kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Benarkah Minum Air Dingin Bikin Berat Badan Naik?


Rabu, 11 Oktober 2023 / 10:22 WIB
ILUSTRASI. Air dingin


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minum air dingin bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan atau malah menaikkan berat badan? Ini penjelasannya. 

Sebagian orang percaya bila minum air dingin atau air es bisa menaikkan berat badan. 

Baca Juga: 4 Jus Buah yang Bikin Asam Urat Tinggi Rontok

Faktanya, hal tersebut tidaklah benar. Mengutip dari NDTV, hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum air dingin efektif membantu menurunkan berat badan. 

Alasannya, air dingin tidak memiliki kalori. Sehingga, minum air dingin tidak menyebabkan kenaikan berat badan. 

Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menyatakan bahwa minum air dingin benar-benar membantu Anda untuk menurunkan berat badan. 

"Tubuh Anda harus membakar beberapa kalori untuk menghangatkan air dingin dan menurunkannya ke suhu 98 derajat fahrenheit yang merupakan suhu tubuh," kata Pooja Makhija, Ahli Gizi. 

Hal tersebut membuat metabolisme meningkat. Asal tahu saja, metabolisme tubuh tinggi erat hubungannya dengan penurunan berat badan. 

Anda sebaiknya minum air dingin, hangat, atau panas secara cukup. Sebab. minum air memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh selain menurunkan berat badan yakni: 

  • Melancarkan pencernaan 
  • Menghidrasi tubuh 
  • Mengelola tekanan darah 
  • Membuat tubuh energik setiap hari 
  • Mencegah batu ginjal 

Baca Juga: 2 Jus Ini Efektif Menurunkan Asam Lambung Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×