kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

7 Alasan Minyak Ikan Efektif Menurunkan Berat Badan


Kamis, 25 Mei 2023 / 12:30 WIB
7 Alasan Minyak Ikan Efektif Menurunkan Berat Badan


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak ikan mengandung omega 3 yang terbukti bisa menurunkan berat badan jika dikonsumsi secara rutin. 

Minyak ikan populer dalam dunia kesehatan, karena memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan. 

Baca Juga: Wow! 7 Manfaat Biji Pepaya, Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi

Mengutip dari Style Craze, hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan bermanfaat mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan jantung, meminimalkan risiko diabetes, dan meningkatkan perkembangan otak. 

Selain itu, minyak ikan juga bisa mengurangi kadar kortisol yang bisa membantu menghilangkan lemak perut. 

Lantas, efektifkah minyak ikan untuk menurunkan berat badan? Simak penjelasannya berikut ini: 

1. Meningkatkan rasa kenyang 

Omega 3 yang ada di dalam minyak ikan membantu penurunan berat badan dengan meningkatkan siklus lapar-kenyang. 

Dalam sebuah percobaan menunjukkan penderita obesitas yang diberi 260mg/hari atau 1300 mg/hari asam lemak omega 3 minyak ikan akan menunjukkan rasa kenyang postpradinal (setelah makan) yang tinggi. 

2. Meningkatkan metabolisme 

Minyak ikan membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme. 

Logikanya, semakin banyak tingkat metabolisme, semakin cenderung menurunkan berat badan. 

Hasil sebuah penelitian eksperimental menunjukkan bahwa melengkapi 3 gram asam lemak omega 3 minyak ikan per hari bisa meningkatkan tingkat metabolisme sebesar 14% dan oksidasi lemak sebesar 19%. 

3. Membakar lemak 

Hasil penelitian menunjukkan orang yang diberikan 6 gram per hari minyak ikan bersama dengan diet terkontrol yang sama selama 12 minggu menunjukkan minyak ikan menginduksi oksidasi lemak. 

4. Membangun massa otot 

Para ilmuwan telah menemukan bahwa melengkapi asupan nutrisi dengan minyak ikan bisa membantu anabolisme otot dan meningkatkan massa otot. 

5. Menghilangkan lemak 

Asam lemak omega 3 dalam minyak ikan bisa membantu menghilangkan lemak dan membangun massa otot. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, suplementasi selama enam minggu dengan minyak ikan secara signifikan menurunkan massa lemak dan meningkatkan massa tanpa lemak pada orang dewasa yang sehat. 

6. Menurunkan kadar trigliserida 

Telah dibuktikan oleh penelitian, asam lemak omega 3 dalam minyak ikan membantu menurunkan kadar trigliserida. 

Asam lemak omega 3 mengurangi ketersediaan dan pengiriman asam lemak dan menurunkan enzim sintesis asam lemak. Pada gilirannya, mencegah pembentukan molekul trigliserida dan melindungi Anda dari penambahan berat badan. 

7. Mencegah resistensi insulin 

Tubuh bisa menjadi resisten insulin jika kadar gula darah terus-menerus tinggi. Insulin menjadi tidak aktif terhadap glukosa dan tidak mengambilnya. 

Hal ini membuat Anda merasa lapar karena sel-sel tubuh kekurangan glukosa. Akibatnya, Anda makan lebih banyak dan menambah berat badan. 

Para peneliti telah menemukan bahwa suplementasi jangka pendek dengan minyak ikan bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan gangguan metabolisme. 

Dosis konsumsi minyak ikan untuk menurunkan berat badan 

Anda bisa mengonsumsi ikan berlemak atau menggunakan suplemen minyak ikan untuk menurunkan berat badan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan asupan omega 3 rantai panjang sebanyak 0,3 - 3 gram per hari bisa memperbaiki komposisi tubuh dan membantu penurunan berat badan. 

Perlu Anda ketahui, dosis konsumsi minyak ikan ini bervariasi tergantung pada usia, riwayat kesehatan, pengobatan saat ini, dan lainnya. 

Maka ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. 

Baca Juga: 3 Manfaat Susu dengan Madu yang Kaya Nutrisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





[X]
×