kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.984
  • EMAS705.000 0,14%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Selain bikin gemuk, ini enam risiko makan malam terlalu larut


Kamis, 20 Juni 2019 / 06:51 WIB

Selain bikin gemuk, ini enam risiko makan malam terlalu larut
ILUSTRASI. Pola makan yang baik sangat menentukan kesehatan tubuh

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para ahli telah lama mengklaim bahwa makan malam terlalu larut menimbulkan banyak risiko kesehatan. Untuk itu, mereka merekomendasikan jadwal makan malam maksimal antara jam 19.00 hingga 19.30, demi perut terasa ringan ketika tidur.

Memang terkadang ada banyak hal yang membuat kita terpaksa makan malam terlalu larut. Bagaimana pun, pola makan yang baik sangat menentukan kesehatan tubuh.


Nah, agar kita lebih waspada, berikut enam dampak negatif makam malam terlalu larut.

1. Meningkatkan risiko inflamasi

Makan lebih banyak dan terlalu malam memiliki konsekuensi langsung dalam membentuk peradangan dalam tubuh. Penelitian menunjukkan peningkatan total kalori yang dikonsumsi usai jam lima sore juga meningkatkan kadar protein C-Reaktif.

Protein C-reaktif merupakan protein yang dihasilkan oleh hati, terutama saat terjadi infeksi atau inflamasi di dalam tubuh.

2. Menambah berat badan

Semakin larut waktu makan, penyimpanan lemak dalam tubuh akan meningkat. Ini meningkatkan risiko obesitas dan mengubah jam tubuh yang mengganggu pencernaan. Pada akhirnya, hal ini membuat tubuh tidak dapat memanfaatkan lemak dengan baik dan menyebabkan retensi lemak berlebihan.

3. Fluktuasi gula darah

Ketika makan di malam hari, kadar insulin berfluktuasi dan berubah. Malam hari adalah waktu di mana sensitivitas insulin tubuh paling rendah. Dengan kata lain, kontrol gula darah di malam hari akan lebih sulit.

Jadi, makan larut malam juga meningkatkan kadar gula darah. Untuk itu, hindari makanan tinggi glikemik saat malam hari demi gula darah yang seimbang.

4. Masalah memori

Memori dan fungsi kognitif juga dipengaruhi oleh kebiasaan makan malam. Tak hanya membuat kemampuan memori otak terbatas, makan malam terlalu larut juga Ini tidak terbatas pada memori juga mempengaruhi jam sirkadian.

Inilah yang berpengaruh pada aktivitas otak seperti saat proses pembelajaran atau saat pikiran butuh fokus.

5. Lonjakan kolesterol

Seperti yang disebutkan sebelumnya, makan malam terlalu larut bisa merusak jam sirkadian, yang membuat kita berisiko mengalami lonjakan kolesterol secara mendadak. Makan malam terlalu larut menurunkan kemampuan metabolisme tubuh yang mengarah pada peningkatan kadar kolesterol.

6. Refluks asam

Makan mendekati jam tidur malam berisiko menaikan asam lambung atau kondisi yang disebut refluks asam. Sakit jantung, sakit dada, refluks dan keasaman adalah efek negatif lebih lanjut dari makan malam terlalu larut.

Untuk itu, sebaiknya kita makan malam dua jam sebelum tidur untuk memastikan tidak ada makanan yang naik kembali kerongkongan. Di zaman modern ini, sangat penting melakukan manajemen pola makan dan pila tidur yang baik. Pola makan yang buruk dan kualitas tidur yang rendah sangat berbahaya bagi kesehatan dan performa kinerja. (Ariska Puspita Anggraini)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Selain Bikin Gemuk, Ada 6 Risiko Makan Malam Terlalu Larut. 


Sumber : Kompas.com
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0561 || diagnostic_web = 0.2783

Close [X]
×