Penyakit Menular

Riset terbaru: Pasien Covid-19 mengalami gejala yang menetap hingga 9 bulan

Senin, 22 Februari 2021 | 17:19 WIB Sumber: Kompas.com
Riset terbaru: Pasien Covid-19 mengalami gejala yang menetap hingga 9 bulan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah usai menjalani masa isolasi dan hasil tes Covid-19 menunjukkan negatif, tak semua orang terinfeksi Covid-19 kembali sehat dan bugar. 

Sebuah studi baru menunjukkan, hampir sepertiga pasien Covid-19 mengalami gejala yang menetap hingga sembilan bulan setelah mereka didiagnosis. Bahkan, termasuk mereka yang memiliki gejala ringan. 

Para peneliti studi dari University of Washington, menganalisis informasi dari 177 orang di wilayah Seattle dengan infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi, yang diikuti selama tiga hingga sembilan bulan setelah diagnosis mereka. Waktu tindak lanjut rata-rata adalah enam bulan. 

Sebagian besar peserta - 150 orang, atau 85% dari kelompok studi - memiliki kasus Covid-19 dengan gejala ringan dan tidak dirawat di rumah sakit; 11 peserta (6%) tidak menunjukkan gejala; dan 16 peserta (9%) dirawat di rumah sakit. 

Baca Juga: 5 Gejala aneh virus corona, apa saja?

Melansir Live Science, secara keseluruhan, 32,7% pasien dengan kasus ringan dan 31,3% pasien rawat inap melaporkan memiliki setidaknya satu gejala persisten yang bertahan setidaknya hingga tiga bulan setelah diagnosis Covid-19. 

Gejala persisten yang paling umum adalah kelelahan, yang dilaporkan oleh 13,6% peserta secara keseluruhan, dan hilangnya penciuman atau rasa, yang dilaporkan oleh 13,6% peserta. 

Baca Juga: Orangtua tidak mengalami gejala virus corona ini lo, sudah tahu?

Sementara 13% peserta mengalami gejala persisten lainnya, termasuk nyeri otot, kesulitan bernapas, batuk, dan kabut otak (brain fog). 

"Penelitian kami menunjukkan, konsekuensi kesehatan dari Covid-19 jauh melampaui infeksi akut, bahkan di antara mereka yang mengalami penyakit ringan," kata para penulis dalam makalah mereka, yang diterbitkan Jumat (19 Februari) di jurnal JAMA Network Open. 

Para penulis juga menanyakan para peserta, terkait tentang kualitas hidup mereka setelah terinfeksi Covid-19. Hasilnya, 30% peserta melaporkan kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan sebelum terinfeksi, termasuk 8% yang melaporkan bermasalah dengan tugas sehari-hari, seperti pekerjaan rumah setelah terinfeksi Covid-19. 

"Yang jelas Anda dapat melakukannya dengan baik pada awalnya, tetapi kemudian seiring waktu mengembangkan gejala yang cukup melumpuhkan dalam hal kelelahan," kata penulis senior studi Dr. Helen Chu, profesor kedokteran, Divisi Alergi dan Penyakit Menular, di Universitas School of Medicine di Washington dalam sebuah pernyataan.

Studi ini adalah salah satu tindak lanjut terlama pada orang dengan Covid-19. Namun, studi tersebut terbatas, karena melibatkan sejumlah kecil peserta dari satu lokasi. 

Baca Juga: Gejala virus corona ini tidak diketahui oleh banyak orang

Namun, menurut para peneliti, dengan jutaan kasus di seluruh dunia, bahkan insiden kecil dari kelelahan jangka panjang yang disebabkan oleh Covid-19 ini dapat memiliki konsekuensi kesehatan dan ekonomi yang sangat besar. 

Sebenarnya mengapa sebagian orang mengembangkan gejala Covid-19 yang menetap ini atau dikenal dnegan long Covid, alasannya masih tidak jelas. 
"Apakah itu semacam aktivasi kekebalan, semacam peradangan atau perkembangan autoimunitas?" Chu masih mempertanyakannya. 

Untuk mendapatkan jawaban tersebut, ia akan menganalisis sampel darah pasien yang terinfeksi Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penelitian Baru: Gejala Long Covid Bisa Menetap hingga 9 Bulan"
Penulis : Bestari Kumala Dewi
Editor : Bestari Kumala Dewi

 

Selanjutnya: Jangan panik, hal ini bisa mencegah infeksi Virus Corona

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru