Penderita asam lambung, ini 10 kebiasaan buruk yang harus dijauhi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:32 WIB Sumber: Kompas.com
Penderita asam lambung, ini 10 kebiasaan buruk yang harus dijauhi

ILUSTRASI. Bagi para penderita asam lambung, ada sejumlah kebiasaan buruk yang tak boleh lagi dilakukan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi para penderita asam lambung, ada sejumlah kebiasaan buruk yang tak boleh lagi dilakukan. Jangan dilanggar, karena hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya ketidaknyamanan akibat gangguan medis tersebut. 

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disesase (GERD) di sini bisa dipahami sebagai bentuk kronis dari refluks asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). 

Dilansir dari WebMD, penyakit GERD secara umum dapat didiagnosnosis ketika refluks asam lambung terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu atau menyebabkan peradangan di kerongkongan. 

Beberapa kondisi yang bisa dikenali sebagai gejala penyakit asam lambung di antaranya, yakni: 

  • Heartburn atau sensasi terbakar di dada
  • Bau mulut
  • Kerusakan emai gigi karena asam berlebih
  • Merasa seperti isi perut kembali ke tenggorokan atau mulut (regurgitasi)
  • Nyeri dada
  • Batuk kering terus-menerus
  • Asma
  • Kesulitan menelan 

Baca Juga: Penderita asam lambung bisa tunda vaksinasi Covid-19 jika terjadi kondisi ini

Untuk mengurangi atau mencegah munculnya ketidaknyamanan di atas, pada dasarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penderita asam lambung. 

Kebiasaan yang perlu dihindari penderita asam lambung Mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan penderita asam lambung kiranya sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan oleh mereka. 

Baca Juga: 6 Makanan penyebab radang tenggorokan, sebaiknya Anda hindari

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari penderita asam lambung: 

1. Jangan makan berlebihan 

Melansir Verywell Health, makan makanan secara berlebihan bisa membuat lambung membesar. Hal ini pun bisa meningkatkan tekanan ke atas terhadap sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES). 

LES adalah katup yang berada antara kerongkongan dan lambung. Peningkatan tekanan terhadap LES dapat menyebabkan heartburn. Daripada makan tiga kali sehari dalam jumlah besar, penderita asam lambung sebaiknya cobalah untuk makan enam kali makan dalam poris kecil atau tiga kali makan kecil dan tiga kali snack. 

2. Jangan makan terlalu cepat

Jika Anda makan terlalu cepat, akan lebih sulit bagi sistem pencernaan Anda untuk berfungsi dengan baik. Pencernaan yang buruk sendiri dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena heartburn. 

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat saat makan: 

  • Kunyah makanan Anda dengan saksama sebelum ditelan
  • Kunyah 20 kali atau hitung sampai 20 sebelum mengambil kembali makanan Ambil porsi makanan dalam sendok yang lebih kecil 

Baca Juga: 6 Buah ini dapat mengendalikan asam lambung agar tidak parah

3. Jangan makan makanan pemicu 

Beberapa makanan bisa menjadi penyebab heartburn. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Di mana, sebagian makanan bisa saja membuat sfingter esofagus bawah menjadi rileks. 

Sedangkan makanan lainnya mungkin saja dapat menyebabkan produksi asam lambung terlalu banyak. Ketika sfingter esofagus bawah rileks, makanan dan asam lambung bisa kembali naik ke kerongkongan Anda. 

Baca Juga: Wajib Anda coba, ini 5 cara mencegah penyakit maag

Makanan yang dapat mengendurkan sfingter esofagus bawah meliputi: 

  • Makanan yang digoreng atau berminyak
  • Daging tinggi lemak
  • Saus krim
  • Produk susu susu murni
  • Cokelat
  • Permen
  • Minuman berkafein seperti minuman ringan, kopi, teh, dan kakao 

Sementara itu, berikut adalah makanan yang dapat merangsang produksi asam lambung: 

  • Minuman berkafein
  • Minuman berkarbonasi
  • Alkohol
  • Makanan pedas
  • Buah jeruk 
  • Produk berbasis tomat 

4. Jangan pergi makan tanpa persiapan 

Mungkin lebih sulit untuk membuat pilihan yang tepat saat makan di luar. Itulah mengapa penting untuk merencanakan ketika hendak makan di luar. Jika Anda tahu apa yang bisa Anda makan dan apa yang harus Anda hindari, Anda bisa membuat pilihan yang lebih baik. 

Anda dapat mencegah heartburn dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengetahui apa yang harus dihindari. Sangat mudah untuk makan terlalu banyak di restoran, jadi perhatikan ukuran porsinya. 

Baca Juga: Bisa menaikkan asam lambung, hindari 8 kebiasaan sehari-hari ini

Pilihan yang baik saat makan di luar meliputi: 

  • Potongan daging tanpa lemak
  • Sandwich dengan kalkun, ayam, atau daging sapi panggang di atas roti gandum
  • Makanan panggang
  • Sup berbasis kaldu
  • Sayuran kukus
  • Kentang panggang dengan saus salad rendah lemak
  • Saus salad rendah lemak atau tanpa lemak

5. Jangan berbaring terlalu cepat setelah makan 

Saat Anda berbaring, isi perut dapat menekan sfingter esofagus bawah lebih keras. Hal ini dapat memicu refluks asam lambung. 

Beberapa cara untuk menghindarinya antara lain: 

  • Tunggu dua hingga tiga jam setelah makan untuk tidur atau berbaring
  • Jangan ngemil di malam hari
  • Makan makanan yang lebih besar di pagi hari 

Baca Juga: Madu bisa menurunkan berat badan, begini cara konsumsinya

6. Saat berbaring, jaga kepala lebih tinggi dari perut 

Saat Anda berbaring dengan posisi badan rata, isi perut Anda bisa menekan sfingter esofagus bawah. Menjaga kepala Anda lebih tinggi dari perut Anda bisa membantu mengurangi tekanan ini.   

7. Jangan memakai pakaian ketat 

Melansir Medical News Today, menggunakan pakaian yang ketat di sekitar perut bisa memicu heartburn. Penggunaan ikat pinggang yang ketat dapat menekan perut dan memaksa makanan melawan sfingter esofagus bawah. Hal ini dapat membuat isi lambung naik ke kerongkongan. 

8. Jangan merokok 

Ada banyak alasan bagus untuk berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk heartburn. Ini terutama benar jika Anda menderita GERD. 
Berikut adalah beberapa cara merokok dapat memicu heartburn: 

Mengurangi produksi air liur: 

Merokok dapat mengurangi produksi air liur. Padahal air liur diperlukan untuk membantu menetralkan asam lambung. Hal ini juga dapat mencuci asam refluks kembali ke perut 

Perubahan asam lambung: 

Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ini juga dapat menyebabkan garam empedu berpindah dari usus ke lambung. Garam empedu adalah komponen empedu, zat yang membantu mencerna lemak di usus kecil. Garam empedu di perut bisa membuat asam lambung lebih berbahaya 

Gangguan fungsi sfingter esofagus bawah: 

Merokok dapat melemahkan dan mengendurkan sfingter esofagus bawah. Sementara, sfingter esofagus bawah yang lemah atau rileks dapat membuat isi lambung naik kembali ke kerongkongan 

Kerusakan pada kerongkongan: 

Merokok dapat langsung melukai kerongkongan. Ini membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan refluks asam 

9. Jangan minum alkohol 

Alkohol bisa meningkatkan jumlah asam yang dihasilkan lambung. Alkohol juga dapat melemaskan sfingter esofagus bawah. 

10. Jangan terlalu stres 

Stres itu sendiri belum terbukti menyebabkan heartburn. Namun, stres dapat menyebabkan perilaku yang memicu heartburn. Ketika Anda stres, Anda mungkin tidak mengikuti rutinitas normal Anda. Anda tidak lagi makan, berolahraga, atau minum obat sesuai jadwal rutin Anda. 

Nah, gangguan ini bisa memicu heartburn. Menemukan cara untuk mengurangi stres dapat membantu Anda dalam mengendalikan penyakit asam lambung Anda. 

Cobalah metode relaksasi seperti:

  • Latihan pernapasan
  • Meditasi
  • Mendengarkan musik
  • Olahraga

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Kebiasaan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Lambung"
Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

 

Selanjutnya: 5 Cara mencegah penyakit maag ini wajib Anda coba

 

Halaman   1 2 3 4 5 6 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru