Nyeri punggung bisa jadi gejala baru virus corona, waspada!

Selasa, 09 Maret 2021 | 07:29 WIB Sumber: Kompas.com
Nyeri punggung bisa jadi gejala baru virus corona, waspada!

ILUSTRASI. Ahli menemukan bahwa sakit punggung juga bisa menjadi gejala terinfeksi virus corona. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/07/2011.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, gejala baru Covid-19 semakin beragam dan mungkin sulit dikenali. Gejala yang paling banyak dialami adalah demam, batu terus menerus, dan anosmia atau kehilangan indra penciuman dan pengecap. 

Selain gejala-gejala itu, ahli menemukan bahwa sakit punggung juga bisa menjadi gejala terinfeksi virus corona. Sakit punggung bisa disebabkan oleh sesuatu yang serius. 

Dilansir Express.co.uk, Minggu (7/3/2021), beberapa orang yang terinfeksi Covid-19 melaporkan mengalami nyeri punggung tidak biasa. 

"Sekitar 15% dari semua pasien Covid-19, melaporkan sakit atau nyeri punggung aneh," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Baca Juga: Jika vaksin Covid-19 sebabkan sakit kepala, begini cara mengatasinya

Ahli meyakini, sakit punggung yang dirasakan pasien Covid-19 disebabkan oleh respons peradangan tubuh. Peradangan dapat menyebabkan nyeri seperti kram di punggung. 

Selain itu, ahli juga mencatat bahwa sakit punggung yang terkait dengan Covid-19 kemungkinan bertahan selama beberapa hari. 

Ahli bedah ortopedi Dr Marcus Duda berkata, Covid-19 sama seperti penyakit yang disebabkan virus lainnya. Sama-sama dapat menyebabkan gejala sistematik. 

Baca Juga: 25 Gejala virus corona menurut WHO, dari yang paling umum hingga baru

Gejala sistematik adalah kondisi serangan penyakit yang lebih luas, bisanya tidak jelas batas batasnya. 

"Mirip dengan flu, Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh," kata Duda kepada situs medis Prevention. "Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus. Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas," jelasnya. 

Kapan sakit punggung berarti Covid-19? 

Saat Anda merasakan sakit punggung, bukan berarti Anda terinfeksi Covid-19. Sakit punggung adalah kondisi umum yang sering dirasakan banyak orang. Biasanya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. 

Obat penghilang rasa sakit antiradang, termasuk parasetamol dan ibuprofen dapat meredakan sebagian rasa sakit. Nah, saat Anda merasakan sakit punggung disertai demam tinggi, batuk terus menerus, atau anosmia, artinya Anda harus segera menjalani tes Covid-19. 

Baca Juga: Tips sebelum melakukan vaksinasi Covid-19: Jangan begadang hingga hindari stress

Protokol kesehatan Covid-19 

Prof. Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengatakan untuk melindungi diri dari varian baru Covid-19 harus tetap menerapkan protokol kesehatan, 5M dan 3T. 

"Dalam hal ini tidak ada perbedaan perlakuan. Apa yang harus dilakukan, 5M dan 3T itu harus. Tetap sama," kata Amin kepada Kompas.com, Sabtu (6/3/2021). 

"Jadi terhadap varian yang biasa, varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian Brasil, atau varian dari Rusia, apa yang harus kita lakukan itu tidak berbeda," tegas dia. 

Baca Juga: Wajibkan tes usap anal Covid-19 untuk pelancong asing, China diprotes!

"Terapkan kewaspadaan universal. Kita enggak bisa beda-bedain (perlindungannya) karena kita juga enggak tahu, yang ada di sekililing kita itu varian yang mana. Kita baru bisa tahu di laboratorium." 

Protokol kesehatan 5M yang dimaksud adalah: 

- Menjaga jarak 1-2 meter 

- Memakai masker 

- Mencuci tangan dengan sabun 

- Mengurangi mobilitas Menghindari kerumunan 

Sementara 3T adalah tindakan yang digalakkan pemerintah, yakni testing, tracing, dan treatment.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nyeri Punggung Jadi Gejala Baru Virus Corona, Diyakini Ini Penyebabnya"
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

 

Selanjutnya: Ini yang dilakukan sejumlah negara untuk memastikan keampuhan vaksin corona

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru