Nyeri punggung bisa jadi gejala baru virus corona, waspada!

Selasa, 09 Maret 2021 | 07:29 WIB Sumber: Kompas.com
Nyeri punggung bisa jadi gejala baru virus corona, waspada!

ILUSTRASI. Ahli menemukan bahwa sakit punggung juga bisa menjadi gejala terinfeksi virus corona. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/07/2011.

Saat Anda merasakan sakit punggung, bukan berarti Anda terinfeksi Covid-19. Sakit punggung adalah kondisi umum yang sering dirasakan banyak orang. Biasanya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. 

Obat penghilang rasa sakit antiradang, termasuk parasetamol dan ibuprofen dapat meredakan sebagian rasa sakit. Nah, saat Anda merasakan sakit punggung disertai demam tinggi, batuk terus menerus, atau anosmia, artinya Anda harus segera menjalani tes Covid-19. 

Baca Juga: Tips sebelum melakukan vaksinasi Covid-19: Jangan begadang hingga hindari stress

Protokol kesehatan Covid-19 

Prof. Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengatakan untuk melindungi diri dari varian baru Covid-19 harus tetap menerapkan protokol kesehatan, 5M dan 3T. 

"Dalam hal ini tidak ada perbedaan perlakuan. Apa yang harus dilakukan, 5M dan 3T itu harus. Tetap sama," kata Amin kepada Kompas.com, Sabtu (6/3/2021). 

"Jadi terhadap varian yang biasa, varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian Brasil, atau varian dari Rusia, apa yang harus kita lakukan itu tidak berbeda," tegas dia. 

Baca Juga: Wajibkan tes usap anal Covid-19 untuk pelancong asing, China diprotes!

"Terapkan kewaspadaan universal. Kita enggak bisa beda-bedain (perlindungannya) karena kita juga enggak tahu, yang ada di sekililing kita itu varian yang mana. Kita baru bisa tahu di laboratorium." 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru