Jangan abaikan, ini 5 gejala ringan virus corona

Jumat, 27 Maret 2020 | 01:00 WIB   Reporter: kompas.com
Jangan abaikan, ini 5 gejala ringan virus corona


KONTAN.CO.ID - Penyebaran virus corona baru terus mengalami peningkatan setiap hari. Berdasarkan data real time Coronavirus COVID-19 Global Cases by CSSE at Johns Hopkins University, Kamis (26/3), jumlah kasus virus corona di dunia mencapai 471.783. 

Tidak hanya jumlah kasus global yang mengalami peningkatan, kasus virus corona di Indonesia pun juga mengalami penambahan kasus. Per Kamis (26/3), Indonesia tercatat ada 893 kasus positif terinfeksi Covid-19, dengan kematian 78 orang.

Penyebaran virus corona yang masif wajib masyarakat waspadai, dengan tidak menyepelekan atau meremehkan gejala ringan dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menegaskan, daftar utama gejala akut pada saat ini cukup singkat dan bisa muncul di mana saja, mulai hari kedua hingga 14 hari setelah terpapar virus corona. 

Nah, berikut lima gejala ringan virus corona yang sebaiknya tidak seorang pun abaikan. 

Baca Juga: Mau berjemur untuk imunitas cegah corona? Ini jam yang paling baik

1. Demam 

Melansir CNN, demam merupakan gejala utama dari orang yang terinfeksi virus corona. Para ahli mengungkapkan, bila seseorang memiliki suhu tubuh setidaknya 37,7 derajat Celsius atau lebih yang anak-anak atau orang dewasa alami, itu baru disebut demam. 

"Ada banyak kesalahpahaman tentang demam. Suhu harian rata-rata adalah 37 derajat Celsisus, tetapi kita semua mengalami naik-turun suhu pada siang hari," ujar dr John Williams, Kepala Divisi Penyakit Menular Anak di Rumahsakit Anak Pittsburgh University Medical Center of Pittsburgh. 

Menurut dia, jika seseorang memiliki suhu badan 37,2-37,5 derajat Celsius, maka itu bukan demam. 

Sementara ketika Anda sedang mengukur suhu, sebaiknya jangan mengandalkan suhu yang diambil pada pagi hari. Alih-alih mengambil suhu Anda pada sore hari. 

Sebab, salah satu gejala demam yang umum yakni terjadi peningkatan suhu pada sore hari. Dan, pada saat itulah virus menunjukkan gejala demam. 

Baca Juga: Ingat! Orang berusia muda juga punya risiko fatal akibat virus corona

2. Batuk 

Selain demam, batuk juga gejala ringan yang tidak boleh seseorang abaikan. Namun, batuk terinfeksi virus corona dengan batuk pada umumnya bukanlah sembarang batuk. 

Dr William Schaffner, profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tennessee, mengatakan, batuk kering akibat terinfeksi virus corona terasa di dada. 

"Ini bukan rasa gatal di tenggorokanmu. Anda tidak hanya berdehem. Tidak hanya lelah. Anda tidak mengeluarkan apa-apa," ujar Schaffner. Ia menjelaskan, batuknya penderita virus corona seperti menyusahkan, berada dari tulang dada atau strenum Anda. 

Selain itu, Anda juga bisa mengetahui saluran bronkial Anda meradang atau iritasi. 

Baca Juga: Begini cara membedakan gejala infeksi virus corona, flu, dan alergi

3. Sulit bernapas 

Merasakan kesulitan bernapas menjadi gejala ketiga dari pasien virus corona yang harus seseorang waspadai. Sebab, gejala kesulitan bernapas ini bisa terjadi dengan sendirinya, tanpa disertai dengan batuk. 

Jika dada menjadi ketat atau merasa seolah-olah tidak bisa bernapas cukup dalam untuk mendapatkan napas yang baik, itu pertanda Anda harus mendapatkan tindakan yang serius. 

"Jika ada sesak napas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda, perawatan darurat setempat atau departemen darurat," kata dr Patrice Harris Presiden Asosiasi Medis Amerika Serikat. 

Selain kesulitan bernapas atau sesak napas, CDC mencantumkan tanda-tanda peringatan darurat untuk Covid-19 sebagai rasa sakit yang terus-menerus yang seseorang rasakan di dada. 

Tanda lainnya yakni bibir atau wajah menjadi kebiru-biruan, yang menunjukkan kekurangan oksigen dan kebingungan mental mendadak. 

Baca Juga: Seluk-beluk virus corona, mulai ciri-ciri, bentuk, hingga penyebarannya

4. Sakit kepala dan flu 

Banyak gejala lain yang meyerupai flu, termasuk sakit kepala, masalah pencernaan, sakit tubuh, dan kelelahan. Terlepas dari semua itu gejala-gejala lain yang bisa menyerupai pilek atau alergi yang muncul, seperti pilek, sakit tenggorokan, dan bersin. 

Para ahli mengungkapkan, kemungkinan besar seseorang hanya terserang flu yang disertai dengan gejala awal munculnya demam dan batuk. 

Salah satu gejala yang memungkinkan seseorang terinfeksi Covid-19 adalah jika muncul gejala sesak napas yang tidak kunjung membaik selama seminggu atau justru kondisi tersebut semakin memburuk. 

Baca Juga: Gejala baru terjangkit virus corona: Mendadak tak bisa mencium bau

5. Anosmia 

Baru-baru ini, American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery telah mengidentifikasi ada gejala aneh yang mungkin terjadi pada pasien Covid-19. 

Dalam sebuah pernyataan di situs mereka, para peneliti mengungkapkan, ada gejala anosmia atau indra penciuman berkurang, dan dysgeusia atawa kurang rasa yang diidentifikasi menjadi tanda-tanda seseorang positif virus corona. 

CDC mengungkapkan, jika seseorang mengalami dua gejala aneh tersebut, segera hubungi layanan kesehatan terdekat. "Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus corona tanpa gejala lain," ujar pernyataan tersebut. 

Sudah lama diketahui dalam literatur medis bahwa hilangnya penciuman yang tiba-tiba bisa dikaitkan dengan infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis lain. 

"Saya pikir, kita mendapatkan sedikit lebih banyak wawasan tentang jenis-jenis gejala yang mungkin dialami pasien," ujar dr Sanjay GuptaKepala Koresponden Medis dari CNN.

Baca Juga: Jauhi gula saat wabah virus corona, ini alasannya

Penulis: Retia Kartika Dewi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berikut 5 Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru