kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.475   73,08   1,14%
  • KOMPAS100 836   6,96   0,84%
  • LQ45 636   4,21   0,67%
  • ISSI 227   4,68   2,10%
  • IDX30 356   2,18   0,62%
  • IDXHIDIV20 433   2,48   0,58%
  • IDX80 96   0,72   0,75%
  • IDXV30 120   1,05   0,89%
  • IDXQ30 113   0,81   0,72%

Mau berjemur untuk imunitas cegah corona? Ini jam yang paling baik


Selasa, 24 Maret 2020 / 01:00 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berjemur badan di pagi hari, sebelum melakukan aktivitas yang lainnya. Apalagi, saat wabah virus corona baru saat ini, makin banyak orang yang melakoni kegiatan itu.

Soalnya, berjemur dan mendapatkan cahaya matahari pagi dipercaya membawa banyak manfaat bagi tubuh termasuk menambah imunitas. Itulah yang orang cari di tengah wabah virus corona yang sudah menjangkiti lebih dari 500 orang di Indonesia.

Biasanya, banyak orang mulai keluar rumah dan berjemur pada jam tujuh pagi atau sebelum dan setelahnya, dengan pertimbangan sinar yang ada belum terlalu terik sehingga tidak menyengat di kulit. 

Namun, ternyata itu adalah waktu yang kurang tepat untuk berjemur. Pemahaman yang keliru ini justru disebut tidak akan banyak mendatangkan manfaat yang orang cari, sebaliknya risiko gangguan kesehatan malah bisa didapat. 

Baca Juga: Gejala baru terjangkit virus corona: Mendadak tak bisa mencium bau

Ahli gizi komunitas dr. Tan Shot Yen mengungkapkan hal tersebut melalui sebuah video di akun YouTube-nya. Menurutnya, waktu yang tepat untuk menjemur badan di bawah sinar matahari adalah sekitar pukul 10.00, bukan lebih pagi dari itu. 

"Yang kita butuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Itu sebabnya, kita harus tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi, kita di khatulistiwa, jam 10 sudah ada. Itu adalah alasan kita jemurnya jam 10.00," kata Tan.

Menurut Tan, dalam berjemur juga tidak perlu berlama-lama, cukup selama 15-20 menit, mengingat sinar matahari juga sudah cukup panas. Semakin banyak permukaan kulit yang terpapar sinar matahari di waktu ini, disebut Tan semakin baik pula hasilnnya. 

Untuk itu, Tan mengimbau, bagi perempuan yang mengenakan jilbab atau kerudung, jika ingin berjemur matahari sebaiknya dilakukan di rumah agar ultraviolet B yang mereka cari dapat secara langsung mengenai permukaan kulit. 

Baca Juga: Pakai lima bahan sederhana, begini cara membuat hand sanitizer

Tan menjelaskan, ultraviolet B yang sinar matahari bawa di pukul 10.00 akan bekerja bersama kolesterol yang ada di bawah permukaan kulit membentuk Vitamin D3. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×