Kesehatan Umum

Darah rendah ekstrem bisa mengancam jiwa, kenali gejalanya

Senin, 12 April 2021 | 08:05 WIB Sumber: Kompas.com
Darah rendah ekstrem bisa mengancam jiwa, kenali gejalanya

ILUSTRASI. Hipotensi adalah kondisi tubuh ketika tekanan darah mencapai 90/60 mmHg atau lebih rendah.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa yang menderita tekanan darah rendah atau hipotensi? Silakan simak informasi ini. 

Hipotensi adalah kondisi tubuh ketika tekanan darah mencapai 90/60 mmHg atau lebih rendah. Angka 90 mmHg menunjukkan tekanan sistolik, yakni tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. 

Sedangkan, angka 60 mmHg menunjukkan tekanan diastolik, yaitu tekanan saat jantung relaksasi dan menerima darah yang kembali dari seluruh tubuh. 

Sama seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, tekanan darah rendah adalah kondisi yang tak baik jika dibiarkan begitu saja. 

Bagi banyak orang, tekanan darah rendah yang tidak normal dapat menyebabkan pusing dan pingsan. Sementara, dalam kasus yang parah, tekanan darah rendah bisa mengancam jiwa. Deteksi dini gejala darah rendah bisa menjadi upaya untuk mendukung pengobatan dan kesembuhan. 

Baca Juga: Bisa menurunkan berat badan, ini 6 manfaat porang untuk kesehatan

Gejala darah rendah 

Melansir Mayo Clinic, bagi sebagian orang, tekanan darah rendah menandakan adanya masalah yang mendasarinya. Hal ini bisa jadi benar terutama jika tekanan darah turun secara tiba-tiba atau disertai dengan sejumlah tanda. 

Berikut gejala darah rendah yang perlu diwaspadai: 

1. Pusing atau kepala terasa ringan seolah-olah ingin pingsan 

2. Pingsan 

3. Penglihatan kabur atau memudar 

Baca Juga: Yuk, coba 4 cara menurunkan gula darah secara alami ini

4. Mual 

5. Kelelahan 

6. Kurang konsenterasi 

Sementara itu, hipotensi ekstrim dapat mengakibatkan syok, kondisi yang mengancam jiwa. 

Tanda dan gejala syok yang baik diketahui di antaranya meliputi: 

- Kebingungan, terutama pada orang tua 

- Kulit dingin, lembap, dan pucat 

- Napas cepat dan dangkal 

- Denyut nadi lemah dan cepat 

Baca Juga: Catat! 4 Efek samping daun kelor ini bisa Anda alami

Jika Anda merasakan tanda atau gejala darah rendah, sebaiknya jangan ragu untuk dapat menemui dokter karena kondisi itu bisa menunjukkan masalah kesehatan yang lebih serius. Dokter bisa membantu menemukan pengobatan yang terbaik untuk darah rendah Anda. 

Sementara, apabila Anda sampai mengalami tanda atau gejala syok, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis darurat. 

Sedangkan, jika Anda secara konsisten memiliki pembacaan tekanan darah rendah tetapi merasa baik-baik saja, dokter kemungkinan hanya akan memantau Anda selama pemeriksaan rutin. 

Baca Juga: Manfaat daun alpukat untuk kesehatan yang belum banyak diketahui

Diagnosis darah rendah 

Merangkum WebMD, tujuan pengujian tekanan darah rendah adalah untuk menemukan penyebabnya. Selain mencatat riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengukur tekanan darah Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan hal-hal berikut: 

- Tes darah 

Ini dapat memberikan informasi tentang kesehatan Anda secara keseluruhan serta apakah Anda memiliki gula darah rendah (hipoglikemia), gula darah tinggi (hiperglikemia atau diabetes), atau jumlah sel darah merah yang rendah (anemia), yang semuanya dapat menyebabkan tekanan darah lebih rendah dari normal. 

- Elektrokardiogram (EKG) 

Selama tes tanpa rasa sakit dan non-invasif ini, tempelan lembut dan lengket (elektroda) dipasang pada kulit dada, lengan, dan kaki Anda. Tempelan tersebut akan mendeteksi sinyal listrik jantung Anda sementara mesin merekamnya di atas kertas grafik atau menampilkannya di layar. 

EKG yang dapat dilakukan di ruang pemeriksaan dokter dapat mendeteksi ketidakteraturan dalam ritme jantung Anda, masalah struktural di jantung Anda, dan masalah dengan suplai darah dan oksigen ke otot jantung Anda. 

Itu juga dapat mengetahui apakah Anda mengalami serangan jantung atau pernah mengalaminya di masa lalu. 

Baca Juga: 4 Efek samping jahe untuk kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan

- Tes kemiringan tegak lurus 

Jika Anda memiliki tekanan darah rendah saat berdiri atau dari sinyal otak yang salah (hipotensi yang dimediasi secara saraf), tilt table test atau tes kemiringan tegak lurus dapat mengevaluasi bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap perubahan posisi. 

Selama tes, Anda akan diminta berbaring di atas meja yang dimiringkan untuk mengangkat bagian atas tubuh Anda yang mensimulasikan gerakan dari horizontal ke posisi berdiri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Gejala Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai"
Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

 

Selanjutnya: Sederet makanan untuk tekanan darah rendah ini bisa Anda konsumsi

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru