Bukan hanya gejala Covid-19, ini 10 penyebab hidung tak bisa mencium bau

Kamis, 24 Juni 2021 | 09:25 WIB Sumber: Kompas.com
Bukan hanya gejala Covid-19, ini 10 penyebab hidung tak bisa mencium bau

ILUSTRASI. Jika hidung tak bisa mencium bau, jangan langsung panik. Ada beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab hal tersebut.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika hidung tak bisa mencium bau, jangan langsung panik. Ada beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab hal tersebut. 

Apakah hidung Anda tidak memperhatikan parfum favorit Anda? Apakah Anda tidak mencium aroma makanan enak seperti dulu? Apakah aroma kopi yang baru diseduh tidak lagi membangunkan Anda di pagi hari? 

Jika Anda mengalami kondisi ini, Anda mungkin mengalami anosmia. Anosmia adalah istilah medis untuk hidung tak bisa mencium bau atau hilangnya indera penciuman. 

Melansir WebMD, anosmia dapat berlangsung sementara atau permanen. Perkembangan kondisinya juga dapat berlangsung cepat atau lambat. 

Kehilangan indera penciuman ini bisa menyelinap pada kita lebih lambat daripada kehilangan indera pendengaran atau penglihatan. 

Baca Juga: Ini 7 tanda Anda mungkin terinfeksi virus corona tanpa disadari

Kondisi hidung tidak bisa mencium bau sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Bukan hanya mengingatkan kita akan bau enak, indera penciuman juga diperlukan untuk menandakan bahaya seperti kebocoran gas, makanan busuk, atau kebakaran. 

Karena indra penciuman kita dikendalikan oleh sensor di hidung yang terhubung ke otak, hilangnya penciuman dapat dipicu oleh berbagai kondisi mulai dari sementara hingga permanen. 

Baca Juga: Cara melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19

Berikut ini adalah beberapa penyebab hidung tidak bisa mencium bau yang bisa terjadi:

1. Gejala Covid-19 

Dilansir dari Cleveland Clinic, banyak individu yang dites positif Covid-19 telah melaporkan kehilangan indera perasa atau penciuman saat mereka mengalami gejala. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah mengidentifikasi anosmia sebagai gejala Covid-19. 

Dokter di China, Korea Selatan, Italia dan Jerman telah melaporkan tingginya kasus kehilangan penciuman atau rasa pada pasien yang terinfeksi Covid-19. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru