kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Awas! 6 Camilan Tinggi Protein Ini Bikin Berat Badan Naik


Rabu, 25 Oktober 2023 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Kacang asin, makanan tinggi protein yang bisa memicu kenaikan berat badan.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

MENURUNKAN BERAT BADAN - Makanan kaya protein bisa menurunkan berat badan dan sebaliknya. Ini enam makanan tinggi protein yang bisa membuat berat badan naik. 

Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan tinggi protein bisa membantu menurunkan berat badan. 

Baca Juga: Meningkatkan Metabolisme Tubuh! Ini Manfaat Teh Daun Salam untuk Sistem Pencernaan

Mengutip dari FOOD NDTV, makanan tinggi protein baik dikonsumsi orang yang sedang diet karena membuat perut kenyang lebih lama, membentuk otok, dan mencegah kelebihan berat badan. 

Sayangnya, tidak semua makanan tinggi protein cocok untuk mendukung proses penurunan berat badan. Selain itu, konsumsi makanan tinggi protein berlebihan bisa menaikkan berat badan. 

Lantas, berapa jumlah asupan protein yang aman untuk menurunkan berat badan? 

Deepti Jain, ahli gizi mengatakan orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8 - 1 gram protein per Kg berat badan. Jumlah tersebut bervariasi tergantung pada jenis aktivitas fisik yang dilakukan seseorang sepanjang hari. 

Makanan tinggi protein yang buruk dikonsumsi saat diet

Makanan tinggi protein memang bisa membuat perut kenyang lebih lama dan membantu membentuk otot. 

Namun, makanan tinggi protein yang dikonsumsi berlebihan bisa menaikkan berat badan.

Ini makanan kaya protein yang buruk dikonsumsi saat sedang menurunkan berat badan: 

1. Yogurt kemasan 

Yogurt kemasan yang dijual di toko mengandung bahan pengawet, perasa buatan, dan gula tambahan.

Bahan-bahan dalam yogurt kemasan tersebut bisa membuat berat badan naik jika dikonsumsi dalam jangka panjang. 

2. Protein shake 

Protein shake kerap diminum setelah olahraga. Sayangnya, protein shake tidak selamanya baik dan aman dikonsumsi, khususnya untuk Anda yang sedang diet. 

Protein shake kaya akan gula yang bisa memicu kenaikan berat badan. 

Ada baiknya Anda membaca label komposisi sebelum mengonsumsi protein shake. 

3. Keju olahan 

Keju olahan banyak ditemukan dalam bentuk irisan atau olesan yang praktis untuk dibawa dan dimakan. 

Sayangnya, keju olahan sarat dengan lemak dan zat aditif yang memiliki kalori tinggi. 

4. Granola batang 

Granola kerap disebut sebagai camilan sehat. Faktanya, granola batangan mengandung banyak gula, lemak, dan campuran bahan-bahan lainnya yang memicu kenaikan berat badan. 

5. Salad cepat saji 

Banyak restoran yang menjual menu salad kaya protein untuk mengikuti trend hidup sehat. 

Anda harus berhati-hati saat memesan salad, sebab dressing salad bisa meningkatkan jumlah kalorinya. 

Anda sebaiknya memilih dressing salad yang ringan. 

6. Kacang kaya rasa 

Kacang mengandung protein tinggi yang baik untuk mendukung proses penurunan berat badan. 

Namun, kacang yang diberi rasa dan dilapisi dengan gula, garam atau lemak menjadikannya sebagai camilan tidak sehat. 

Baca Juga: 5 Menu Sarapan yang Bermanfaat Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×