kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada empat fase, simak cara turunkan berat badan dengan diet 20/20


Selasa, 01 Juni 2021 / 11:10 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Diet 20/20 terdiri dari empat fase utama yaitu peningkatan lima hari (fase 1), keberlanjutan lima hari (fase II), pencapaian 20 hari (fase III), dan manajemen (fase IV). 

Selain itu, diet ini menganjurkan setidaknya 3–4 jam latihan intensitas sedang, dan 2-3 jam latihan intensitas tinggi per minggu. Jadi totalnya sekitar 5-7 jam latihan per minggu selama semua fase. 

Fase 1: Peningkatan lima hari 

Fase satu dianggap sebagai fase tersulit dari diet 20/20. Selama fase ini, kita hanya diperbolehkan makan 20 makanan bertenaga yang dipercaya dapat membantu memulai proses penurunan berat badan. 

Makanannya antara lain kacang almond, apel, buncis, minyak kelapa, ikan kod, telur, sayuran berdaun hijau, tahu, dan yogurt. 

Kita harus mengikuti fase ini setidaknya selama lima hari. Di samping itu, kita harus makan setiap empat jam saat bangun tidur. 

Baca Juga: Gampang! 6 Cara hilangkan perut buncit yang ganggu penampilan

Fase II: Keberlanjutan lima hari 

Fase kedua memungkinkan beberapa fleksibilitas tambahan, meskipun masih sangat ketat. Selama fase ini, kita mungkin menyimpang dari daftar 20 makanan bertenaga tetapi harus menyertakan setidaknya dua di setiap makanan dan kudapan. 

Makanan yang direkomendasikan untuk ditambahkan meliputi bluberi, beras merah, wortel, kacang mete, ayam, jamur, gandum, dan tuna. Kita harus mengikuti fase ini selama lima hari. 

Baca Juga: Cara turunkan berat badan dengan diet noom




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×