kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

​4 Jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil dan bahayanya


Selasa, 17 November 2020 / 10:38 WIB
​4 Jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil dan bahayanya
ILUSTRASI. ilustrasi ibu hamil


Penulis: Virdita Ratriani

3. Makanan yang tidak dipasteurisasi

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil

Pasteurisasi melibatkan pemanasan produk ke suhu tinggi untuk membunuh bakteri berbahaya.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), wanita hamil berisiko tinggi terkena penyakit listeriosis yang disebabkan oleh bakteri listeria, dan toksoplasmosis, infeksi yang disebabkan oleh parasit.

CDC mengatakan bahwa infeksi listeria dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, persalinan prematur, dan penyakit atau kematian pada bayi baru lahir.  Untuk menghindari listeriosis, USDA merekomendasikan untuk menghindari makanan berikut selama kehamilan:

  • Susu mentah.
  • Hot dog kecuali dipanaskan sampai panas sebelum dimakan untuk membunuh bakteri.
  • Salad deli yang dibeli di toko, seperti salad ham, salad ayam, salad tuna, dan salad seafood.

Baca Juga: 5 Manfaat jus alpukat untuk kesehatan tubuh Anda

4. Daging mentah

Seorang ibu dapat menularkan infeksi toksoplasma kepada bayinya, yang dapat menyebabkan masalah seperti kebutaan dan cacat mental. Untuk mencegah toksoplasmosis, USDA merekomendasikan untuk menghindari makanan berikut selama kehamilan:

  • Daging dan unggas mentah atau setengah matang.
  • Ikan mentah, seperti sushi, sashimi, ceviches, dan carpaccio.
  • Kerang mentah dan setengah matang, seperti kerang, remis, tiram, dan kerang.
  • Telur mentah atau setengah matang, seperti telur setengah matang, encer, atau rebus.
  • Makanan yang mengandung telur setengah matang, seperti adonan kue mentah atau adonan kue, tiramisu, mousse coklat, es krim buatan sendiri. 
  • Kecambah mentah atau kurang matang, seperti alfalfa, semanggi.
  • Jus atau sari buah yang tidak dipasteurisasi.

Baca Juga: 5 Manfaat jagung untuk kesehatan, bisa untuk menggemukkan badan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×