Kesehatan Umum

10 penyakit paling mematikan di dunia versi WHO, Covid-19 bukan salah satunya (1-5)

Selasa, 07 April 2020 | 06:08 WIB Sumber: The Star
10 penyakit paling mematikan di dunia versi WHO, Covid-19 bukan salah satunya (1-5)

ILUSTRASI. Warga menunjukkan rambutnya usai dipotong yang akan didonasikan kepada pasien kanker di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Rabu (12/2/2020). Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Ketika kita memikirkan "penyakit paling mematikan", kita mungkin cenderung membayangkan orang-orang dengan gejala yang sangat parah yang menjadi berita utama karena penyebarannya yang cepat dan nyawa yang hilang.

Sebaliknya, banyak penyakit yang memiliki karakteristik tersebut tidak membunuh sebanyak orang yang kita yakini, bahkan tidak termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia.

Ternyata penyakit yang paling mematikan adalah mereka yang perkembangannya lambat.

Dari 56,4 juta kematian pada tahun 2015, 68% disebabkan oleh kondisi kronis jangka panjang.

Baca Juga: Virus corona juga punya kelemahan, lo, ini dia lima sisi lemahnya

Berbeda dengan penyakit dengan penyebaran cepat dan konsekuensi bencana, penyakit mematikan yang berkembang lambat dapat dipantau dan dikendalikan.

Dengan diagnosa yang tepat, perawatan pencegahan dan saran dari penyedia layanan kesehatan, pasien dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko konsekuensi fatal mereka.

Berikut adalah lima penyakit teratas yang membunuh kebanyakan orang di seluruh dunia setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti yang disarikan oleh Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar kepada The Star. Dia adalah konsultan dokter kandungan dan ginekolog, dan seorang praktisi kedokteran fungsional.

1. Penyakit arteri koroner

Penyakit paling mematikan bagi manusia modern saat ini adalah penyakit arteri koroner, juga dikenal sebagai penyakit jantung iskemik.

Ketika pembuluh darah seseorang menyempit karena kerusakan, mereka beresiko serius terkena penyakit jantung.

Baca Juga: Seluk-beluk penularan virus corona tanpa gejala

Gejalanya meliputi aritmia, nyeri dada, dan gagal jantung.

Anda berisiko terkena penyakit jantung jika Anda memiliki satu atau lebih faktor berikut:

- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi
- Merokok
- Riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner
- Diabetes
- Kelebihan berat badan

Untungnya, karena peningkatan ilmu pengetahuan, perawatan medis dan pendidikan, angka kematian akibat penyakit arteri koroner telah menurun, meskipun tetap menjadi pembunuh nomor satu.

Baca Juga: Waduh, virus corona bisa hinggap dan bertahan pada masker wajah hingga satu minggu

Penyakit arteri koroner dapat dihindari dengan mempertahankan gaya hidup yang mendorong kesehatan jantung yang baik.

Untuk mengurangi risiko Anda, ikuti tips ini:

- Berolahraga secara teratur
- Pertahankan berat badan yang sehat
- Makanlah diet seimbang rendah sodium, dan tinggi buah-buahan dan sayuran
- Hindari merokok
- Minumlah alkohol secukupnya

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru