kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

WHO: Perokok tembakau dan sisha berisiko tinggi terkena Covid-19


Senin, 01 Juni 2020 / 11:26 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A man smokes a cigarette on a street in Jakarta, Indonesia, March 15, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Di sisi lain, kemungkinan adanya peningkatan bahaya paparan asap rokok selama pandemi Covid-19 karena lebih banyak orang menghabiskan waktu di tempat yang sama, termasuk diantaranya perokok. Selain itu, perokok aktif juga dapat meningkatkan risiko paparan pada perokok pihak ketiga (third hand smoker) di rumah. 

Jika perokok pasif terpapar langsung dari asap rokok, perokok pihak ketiga adalah orang yang terkena zat sisa dari asap rokok yang menempel pada permukaan benda di sekitarnya. 

Baca Juga: New normal di depan mata, IDI: Tak ada tawar menawar lagi

Zat beracun dari asap rokok itu bisa tertinggal di dalam debu, benda, dan pada permukaan di rumah tempat tembakau telah digunakan, juga pada air dalam tabung shisha. Anak-anak terpapar melalui penghirupan, konsumsi, dan transfer kulit. (Yohana Artha Uly)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Terkena Covid-19"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×