kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.956   -17,00   -0,09%
  • IDX 5.979   95,32   1,62%
  • KOMPAS100 777   13,58   1,78%
  • LQ45 588   10,12   1,75%
  • ISSI 207   3,61   1,77%
  • IDX30 333   6,04   1,85%
  • IDXHIDIV20 409   6,96   1,73%
  • IDX80 88   1,56   1,80%
  • IDXV30 111   2,24   2,06%
  • IDXQ30 107   1,95   1,86%

Vitamin D dan Covid-19, inilah perannya dalam meningkatkan imun tubuh


Rabu, 14 Juli 2021 / 08:15 WIB
ILUSTRASI. ebutuhan vitamin D harian, sebenarnya dapat dipenuhi dari konsumsi makanan sehat dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Prof Zullies mengatakan bahwa batas toleransi vitamin D yang dikonsumsi yakni 10.000IU per hari. Akan tetapi, tidak disarankan mengonsumsi vitamin D hingga 40.000IU per hari, sebab dengan dosis vitamin setinggi itu, dapat menyebabkan keracunan. 

"Vitamin D larut dalam lemak, jika dosisnya terlalu tinggi maka akan sulit dieliminasi dalam tubuh. Sama dengan vitamin C yang larut dalam air, jika terlalu banyak akan dikeluarkan melalui urin, dan bisa terdeposit terlalu lama dalam tubuh," papar Prof Zullies. 

Prof Zullies menyarankan sebagai langkah preventif yakni mencegah penyakit dan menjaga kesehatan serta menjaga imun, maka dosis vitamin D yang disarankan sekitar 400IU sudah cukup. 

Namun, untuk terapi penyembuhan sakit, seperti pada pasien Covid-19, dosis vitamin D yang dikonsumsi bisa 1000IU hingga 5000IU.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vitamin D dan Covid-19, Ini Perannya dalam Meningkatkan Imun Tubuh"
Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Selanjutnya: Vitamin D disebut penting saat melawan Covid-19, ini penjelasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×