kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tak Perlu Beli Obat Diet, Ini 9 Cara Mudah Menghilangkan Perut Buncit secara Alami


Sabtu, 22 Juli 2023 / 05:15 WIB
ILUSTRASI. Ada berbagai cara mengecilkan perut buncit secara alami yang bisa dipertimbangkan. Dok/First Cry Parenting


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dilansir dari WebMD, berpuasa juga bisa menjadi cara mengecilkan perut buncit. Salah satu strategi puasa yang paling populer untuk tujuan ini adalah dengan makan dalam 8 jam dan berpuasa selama 16 jam berikutnya. 

Berpuasa seperti ini selama 2-6 bulan bisa jadi menghilangkan 7 persen lemak di perut. Hal ini dikarenakan, makin lebar lingkar pinggang, maka kian berisiko seseorang mengalami masalah kesehatan 

6. Istirahat atau tidur cukup 

Para pekerja terkadang kurang memperhatikan durasi tidur sehari-hari. Padahal orang-orang yang hanya tidur 5 jam sehari cenderung memiliki perut lebih buncit daripada orang yang tidur selama 7 jam sehari. 

Kurang tidur ini pasalnya bisa memengaruhi proses metabolisme tubuh dalam mencerna makanan. Jadi, coba atur kembali jadwal tidur Anda sebagai bagian dari cara mengecilkan perut buncit secara alami.

7. Makan protein lebih banyak 

Penelitian menyebut pemindaian otak menunjukkan protein dapat menurunkan aktivitas di daerah otak yang merangsang keinginan makan. Protein dapat meningkatkan hormon yang membuat Anda merasa kenyang. 

Dengan begitu, perut Anda jadi tidak gampang merasa lapar untuk jangka waktu yang lebih lama. Pilih protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, atau kacang-kacangan. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×