Tips Sehat

Perlu tahu, ini 5 metode diet puasa untuk turunkan berat badan

Selasa, 04 Mei 2021 | 11:04 WIB Sumber: Kompas.com
Perlu tahu, ini 5 metode diet puasa untuk turunkan berat badan

Metode puasa ini didasarkan pada buku populer karya Brad Pilon. Target eat-stop-eat adalah puasa 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Ini artinya memperpanjang puasa semalaman sebanyak 12 jam. 

Dalam metode ini, kita tidak makan selama 24 jam selama dua hari dalam seminggu. Yang dapat dikonsumsi pada hari puasa yakni air putih dan minuman nol kalori sebanyak yang kita inginkan. Lalu di hari non-puasa kita tetap bisa makan apa yang kita suka. Tetapi mengonsumsi makanan sehat sangat dianjurkan. 

Orang-orang yang telah mencoba semua metode puasa mengatakan metode ini lebih mudah dilakukan daripada puasa alternatif. Selain itu metode ini menghasilkan manfaat serupa dalam hal penurunan berat badan. 

Kekurangannya sama seperti metode lain karena dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak diikuti dengan hati-hati. 

Baca Juga: Bisa membantu diet, ini manfaat lain dari kolang kaling

4. Diet 36:12 

Ini adalah metode puasa ekstrem yang juga disebut puasa nol kalori bergantian hari. 

Metode ini melibatkan 36 jam puasa tanpa kalori diikuti dengan 12 jam makan tanpa batas. Kita makan sarapan saat bangun pagi dan kemudian makan lainnya dalam 12 jam dengan 36 jam puasa. Rencana itu harus diikuti sepanjang minggu. Ketika sedang puasa, kita bisa minum minuman nol kalori dan memperbanyak air putih. 

Kita juga dapat mengonsumsi suplemen elektrolit untuk mencegah konsekuensi ketidakseimbangan elektrolit, jantung beredebar, sakit kepala, dan bahkan kejang-kejang. Untuk di hari non-puasa tidak ada batasan makanam dan minuman yang harus dikonsumsi. 

Namun, pilihan yang sehat akan bermanfaat sangat besar. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Cell Metabolism menunjukkan, orang yang berpuasa 36:12 mengonsumsi 35 persen lebih sedikit kalori dan kehilangan sekitar 3,6 kilogram dalam sebulan. 

Mereka menunjukkan penurunan kolesterol, lemak perut, pembengkakan, dan perubahan positif lainnya. Sayaangnya, metode puasa ini bisa mengakibatkan dehidrasi, kelelahan dan sampai pingsan. Jadi harus tetap berhati-hati saat melakukannya. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru