kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Penderita asam lambung, sebaiknya hindari 6 makanan ini


Rabu, 21 April 2021 / 09:34 WIB
ILUSTRASI. Penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik dari lambung ke esofagus atau kerongkongan. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Informasi ini penting diketahui bagi para penderita refluks asam lambung. Refluks asam lambung atau penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik dari lambung ke esofagus atau kerongkongan. 

Hal ini terjadi ketika cincin otot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah tidak tertutup sempurna atau terkadang terbuka akibat adanya masalah, sehingga memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. 

Ketika refluks asam lambung sering terjadi, setidaknya dua kali seminggu, kemungkinan Anda sudah mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD). 

Jika Anda menderita refluks asam lambung atau penyakit GERD, Anda mungkin perlu memilih makanan dan minuman dengan tepat untuk mengendalikan penyakit yang diderita. Jangan sampai Anda salah pilih makanan karena dapat menyebabkan asam lambung bocor kembali ke kerongkongan. 

Baca Juga: Catat! Ini efek samping lidah buaya untuk kesehatan

Gejala asam lambung atau gejala GERD memang sangat dipengaruhi oleh apa yang Anda makan. Gejalanya bisa berupa batuk kering, heartburn, mual, dan suara serak. Bersendawa, sakit tenggorokan, dan regurgitasi juga sering dikaitkan dengan gejala asam lambung naik. 
Berikut ini adalah beberapa makanan yang perlu dihindari penderita asam lambung. 

1. Makanan tinggi lemak dan gorengan 

Melansir Health Line, makanan berlemak pada umumnya dapat menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah Anda dan menunda pengosongan perut. Reaksi ini dapat meningkatkan risiko gejala refluks. 

Untuk membantu mencegah refluks asam lambung, maka penting bagi Anda untuk dapat mengurangi asupan lemak total. 

Baca Juga: Kurangi dari hari ini, berikut bahaya berbuka puasa dengan menu gorengan




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×