kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45932,69   4,34   0.47%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pemicu penyakit jantung


Jumat, 11 Oktober 2019 / 09:56 WIB
Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pemicu penyakit jantung
ILUSTRASI. Wanita menarik duduk di meja di kantor, bekerja dengan komputer laptop, memegang dokumen, minum kopi. Foto: DOK Shutterstock


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Uang mungkin tak bisa membeli kebahagiaan, tetapi jumlah gaji yang besar dapat menyehatkan jantung. Demikian pula sebaliknya: Ketika pendapatan menurun, risiko gangguan jantung pun meningkat. 

Menurut penelitian terbaru, saat kita kehilangan pekerjaan, risiko untuk terkena serangan jantung, stroke, dan gagal jantung, lebih besar. 

Baca Juga: Kurang tidur dapat menyebabkan penyakit kronis, bahkan stroke

Mengutip Kompas.com, kaitan antara pendapatan seseorang dan kesehatan jantung itu sudah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Yang terbaru adalah studi di Amerika Serikat yang melacak riwayat kesehatan jantung dan pendapatan dari 9.000 orang dewasa di empat daerah. 

Pendapatan para responden itu dicek dua kali, dari tahun 1987-1989, lalu antara tahun 1993 dan 1995. Kesehatan jantung mereka dimonitor sekitar tahun 2016. 

Pada periode penelitian ini, satu dari sepuluh responden melihat pendapatan rumah tangganya menciut lebih dari 50%. Responden yang kehilangan banyak pemasukan itu secara signifikan lebih beresiko mengalami berbagai masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang pendapatannya stabil. 

Sementara itu, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah turun signifikan pada 20% rumah tangga yang pendapatannya naik lebih dari 50%.

Baca Juga: Tujuh makanan ini bisa membantu seseorang berhenti merokok

Menurut ketua peneliti, Stephen Wang, hasil penelitian ini memang tidak membuktikan penyebab dan akibat. Ia menganalogikannya seperti masalah telur atau ayam duluan. 

“Tidak jelas apakah pendapatan atau kehilangan pekerjaan menyebabkan kesehatan jantung memburuk atau apakah status kesehatan yang buruk menyebabkan masalah finansial,” katanya. 

Baca Juga: Pemilik warung bebek goreng Haji Slamet yang legendaris meninggal dunia

Penurunan pendapatan bisa memicu perubahan kebiasaan, misalnya mengonsumsi makanan tinggi kalori, atau penggunaan alkohol dan rokok. 
Tidak adanya asuransi kesehatan juga dapat membuat seseorang tidak segera mendapat pertolongan medis yang baik.

Selain itu, status keuangan yang buruk juga menyebabkan stres atau depresi, dua faktor yang juga terkait dengan gangguan jantung. (Lusia Kus Anna)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kehilangan Pekerjaan, Penyebab Jantung Bermasalah", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×