kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pemicu penyakit jantung


Jumat, 11 Oktober 2019 / 09:56 WIB
ILUSTRASI. Wanita menarik duduk di meja di kantor, bekerja dengan komputer laptop, memegang dokumen, minum kopi. Foto: DOK Shutterstock      


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Menurut ketua peneliti, Stephen Wang, hasil penelitian ini memang tidak membuktikan penyebab dan akibat. Ia menganalogikannya seperti masalah telur atau ayam duluan. 

“Tidak jelas apakah pendapatan atau kehilangan pekerjaan menyebabkan kesehatan jantung memburuk atau apakah status kesehatan yang buruk menyebabkan masalah finansial,” katanya. 

Baca Juga: Pemilik warung bebek goreng Haji Slamet yang legendaris meninggal dunia

Penurunan pendapatan bisa memicu perubahan kebiasaan, misalnya mengonsumsi makanan tinggi kalori, atau penggunaan alkohol dan rokok. 
Tidak adanya asuransi kesehatan juga dapat membuat seseorang tidak segera mendapat pertolongan medis yang baik.

Selain itu, status keuangan yang buruk juga menyebabkan stres atau depresi, dua faktor yang juga terkait dengan gangguan jantung. (Lusia Kus Anna)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kehilangan Pekerjaan, Penyebab Jantung Bermasalah", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×