kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pemicu penyakit jantung


Jumat, 11 Oktober 2019 / 09:56 WIB
ILUSTRASI. Wanita menarik duduk di meja di kantor, bekerja dengan komputer laptop, memegang dokumen, minum kopi. Foto: DOK Shutterstock      


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Menurut ketua peneliti, Stephen Wang, hasil penelitian ini memang tidak membuktikan penyebab dan akibat. Ia menganalogikannya seperti masalah telur atau ayam duluan. 

“Tidak jelas apakah pendapatan atau kehilangan pekerjaan menyebabkan kesehatan jantung memburuk atau apakah status kesehatan yang buruk menyebabkan masalah finansial,” katanya. 

Baca Juga: Pemilik warung bebek goreng Haji Slamet yang legendaris meninggal dunia

Penurunan pendapatan bisa memicu perubahan kebiasaan, misalnya mengonsumsi makanan tinggi kalori, atau penggunaan alkohol dan rokok. 
Tidak adanya asuransi kesehatan juga dapat membuat seseorang tidak segera mendapat pertolongan medis yang baik.

Selain itu, status keuangan yang buruk juga menyebabkan stres atau depresi, dua faktor yang juga terkait dengan gangguan jantung. (Lusia Kus Anna)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kehilangan Pekerjaan, Penyebab Jantung Bermasalah", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×