kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kadar Asam Urat dalam Darah Melonjak, Ini 14 Makanan untuk Penderita Gout


Sabtu, 15 April 2023 / 06:05 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Jika Anda memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah, mulai sekarang masak makanan Anda dengan minyak zaitun. Minyak zaitun adalah awal yang sehat karena mengandung antioksidan dan memliki sifat anti-inflamasi.

Minyak zaitun juga mengandung asam lemak tak jenuh yang bisa membantu tubuh menurunkan kadar asam urat terlalu tinggi.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Baik dan Buruk Dikonsumsi Penderita Asam Urat

6. Kacang pinto dan kuaci

Kacang pinto mengandung asam folat yang dapat membantu tubuh menurunkan asam urat secara alami. Anda juga bisa mengonsumsi biji bunga matahari (kuaci) dan lentil untuk mengurangi risiko tingginya kadar asam urat dalam darah.

7. Makanan tinggi serat

Menambahkan makanan tinggi serat dalam menu makanan sehari-hari dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Asupan serat dalam makanan dapat menyerap asam urat dari aliran darah dan membantu menghilangkan asam urat berlebih dari tubuh melalui ginjal.

Jika Anda telah didiagnosis dengan asam urat tinggi, perbanyak konsumsi serat larut makanan seperti gandum, apel, jeruk, brokoli, pir, stroberi, blueberry, mentimun, seledri, hingga pepaya.

8. Pisang

Pisang terbukti kaya akan mineral potasium, antioksidan, dan vitamin C yang dapat membantu tubuh menurunkan kadar asam urat dalam darah. Jadi, perbanyak konsumsi pisang demi kesehatan.

Baca Juga: 3 Pengobatan Luar untuk Meredakan Nyeri Akibat Asam Urat Tinggi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×