Kesehatan Umum

Jangan asal diet, ini bahaya diet kentang bagi tubuh

Senin, 22 Maret 2021 | 11:02 WIB Sumber: Kompas.com
Jangan asal diet, ini bahaya diet kentang bagi tubuh

ILUSTRASI. Jangan asal diet, ini bahaya diet kentang bagi tubuh

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Banyak orang giat melakukan diet demi tubuh langsing. Namun jangan sembarangan diet. Salah memilih diet, bisa berefek negatif bagi kesehatan.

Kini semakin banyak jenis diet ketat jangka pendek yang bermunculan dan menjanjikan pengikutnya dapat menurunkan berat badan secara cepat. Salah satunya adalah diet kentang atau pola makan hanya mengonsumsi kentang, yang sedang hangat diperbincangkan di media sosial.

Dalam sebuah postingan di akun Instagram @dietsantuy.id, terdapat unggahan video yang memperlihatkan seseorang melakukan diet kentang tanpa menambahkan bahan makanan lain. Makan kentang saja mungkin bisa menjadi alternatif untuk diet rendah kalori, sayangnya diet ini dianggap berbahaya karena tidak memenuhi asupan gizi yang lengkap.

Nah, sebelum membahas lebih lanjut terkait dampak diet kentang terhadap tubuh, mari mengenali apa itu yang disebut dengan diet kentang.

Diet Kentang

Diet kentang menjadi sangat populer karena mengklaim dapat membantu menurunkan berat badan hingga 0,45 kg per hari. Syaratnya kita hanya makan kentang yang direbus selama tiga sampai lima hari.

Konsep ini berasal dari tahun 1849, tetapi dipopulerkan lagi oleh Tim Steele, yang menerbitkan "Potato Hack: Weight Loss Simplified" pada tahun 2016. Diet ini pernah dicoba oleh seeorang pesulap bernama Penn Jillette yang juga menerbitkan buku berjudul "Presto !: How I Made Over 100 Pounds Disappear".

Diketahui, makanan yang dikonsumsi Jillette hanya terdiri dari kentang biasa selama 2 minggu pertama, selama itu dia turun hingga 8 kg. Meskipun banyak yang menyatakan bahwa diet kentang telah membantu menurunkan berat badan secara signifikan, namun tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Diet kentang bisa menurunkan berat badan

Studi tentang diet kentang secara khusus tidak tersedia, tetapi diet ini diyakini dapat membantu menurunkan berat badan karena kalorinya sangat rendah. Penelitian menunjukkan bahwa diet yang membatasi kalori cenderung mengarah pada penurunan berat badan instan, selama kita bisa mematuhinya.

Meskipun 0,9–2,3 kg kentang setiap hari tampak seperti banyak, jumlahnya hanya 530–1.300 kalori, jauh lebih sedikit daripada rata-rata asupan harian orang dewasa. Menariknya lagi, kentang mengandung senyawa proteinase inhibitor 2 yang dapat membantu mengurangi rasa lapar dengan memperlambat pencernaan.

Satu studi menemukan bahwa tikus yang diobati dengan senyawa kentang ini makan lebih sedikit makanan dan kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan dengan tikus yang tidak diobati. Namun, efek ini belum dipelajari pada manusia.

Meskipun diet kentang mungkin efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka pendek, ini bukanlah solusi jangka panjang. Kentang memang bergizi, tetapi tidak mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan yang optimal.

Selain itu, diet sangat rendah kalori telah terbukti memperlambat metabolisme dan menurunkan massa otot. Berat badan kita juga kemungkinan akan naik ketika kita kembali ke pola makan biasa.

Baca juga: Ingin menurunkan berat badan? Coba 6 cara diet cepat ini

Efek negatif diet kentang pada tubuh

Karena tidak memberikan gizi atau nutrisi yang cukup, diet kentang memiliki sejumlah masalah yang berdampak buruk pada tubuh. Adapun dampak buruk dari hanya mengandalkan kentang sebagai satu-satunya sumber makanan.

Berikut efek negatif diet kentang terhadap kesehatan tubuh:

  • Hubungan tidak sehat dengan makanan

Diet kentang mungkin salah satu diet paling ketat dan sangat sulit untuk diikuti. Yang lebih memprihatinkan, jenis diet ketat ini dapat membuat kita mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan makanan.

Faktanya, diet ketat adalah bentuk pola makan yang tidak teratur yang mengarah pada perilaku tidak sehat lainnya seperti makan secara berlebihan. Terlebih, perilaku restriktif lainnya dianjurkan pada diet ini, termasuk melewatkan makan dan berpuasa.

Satu hal yang mengejutkan, penulis "Potato Hack: Weight Loss Simplified" bahkan menyarankan bahwa para pelaku diet harus belajar merangkul rasa lapar dan menyerah jika tidak dapat melanjutkan diet.

  • Kekurangan nutrisi penting

Kentang memang termasuk komponen bergizi dari diet sehat dan seimbang. Namun, kentang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh kita sebab kentang hanya mengandung karbohidrat dan protein.

Meskipun kentang kaya akan vitamin dan mineral tertentu seperti kalium, vitamin C, dan zat besi, beberapa jenis kentang lainnya rendah kalsium, vitamin A, dan vitamin B. Karena diet kentang hanya diikuti selama tiga sampai lima hari, kecil kemungkinan kita akan mengalami kekurangan nutrisi.

Kendati demikian, tetap saja, kita bisa membuat diri berisiko mengalami beberapa kekurangan nutrisi dan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Baca juga: Selain obat, ini daftar sayur untuk menurunkan darah tinggi

  • Kehilangan massa otot

Diet kentang sangat populer karena menjanjikan penurunan berat badan yang cepat. Namun, kehilangan otot biasanya menyertai hilangnya lemak saat berdiet, terutama ketika kalori berkurang secara drastis.

Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa 18 persen dari berat badan yang hilang oleh peserta yang menjalani diet sangat rendah kalori, dengan hanya 500 kalori per hari, berasal dari massa tubuh tanpa lemak.

Sebagai perbandingan, orang-orang yang menjalani diet rendah kalori dengan 1.250 kalori per hari hanya kehilangan 8 persen berat badan dari massa tubuh tanpa lemak. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa makan protein ekstra dapat mengurangi kehilangan otot selama pembatasan kalori, tetapi diet kentang kekurangan sumber protein berkualitas yang tinggi.

  • Naiknya berat badan

Saat mengikuti diet sangat rendah kalori seperti diet kentang, tubuh kita mungkin beradaptasi dengan memperlambat metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori. Studi menunjukkan bahwa perlambatan ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan setelah mengakhiri diet terbatas kalori dalam waktu yang lama.

Hal ini disebut "termogenesis adaptif" dan dapat membuat penurunan berat badan menjadi sangat sulit dalam jangka panjang. Faktanya, itu adalah alasan utama mengapa para peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 80 persen pelaku diet sangat mudah kembali ke berat badan sebelumnya dari waktu ke waktu.

Itulah dampak negatif diet kentang bagi kesehatan. Bijak dan konsultasikan dengan ahli gizi untuk memilih diet bagi tubuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meski Rendah Kalori, Diet Kentang dapat Berbahaya Bagi Tubuh",


Penulis : Ryan Sara Pratiwi
Editor : Lusia Kus Anna

Selanjutnya: Jangan dianggap remeh, 6 kebiasaan ini ternyata berefek negatif bagi kesehatan

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru