kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Covid-19 akan berubah menjadi endemik? Simak penjelasan ahli


Kamis, 18 Februari 2021 / 08:24 WIB
ILUSTRASI. Meskipun kasus Covid-19 terus menurun dan banyak warga menerima vaksinasi, virus corona sepertinya tidak akan hilang dalam waktu dekat.


Sumber: USA Today | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kemungkinan SARS-CoV-2 akan tetap ada, kata para ahli kesehatan.

“Tampaknya virus ini kemungkinan besar akan tetap endemik di sejumlah populasi setidaknya untuk beberapa tahun, mungkin tanpa batas,” kata Tosh.

Sebuah studi pada bulan Januari menemukan bahwa virus itu dapat bergabung dengan barisan virus corona manusia yang ringan dan menyebabkan dingin dalam jangka panjang,” menurut para ilmuwan Universitas Emory dan Penn State University.

Model yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Science, membandingkan SARS-CoV-2 dengan empat virus corona flu biasa ditambah virus SARS dan MERS, yang muncul masing-masing pada tahun 2003 dan 2012.

Peneliti menentukan dari model bahwa jika novel coronavirus terus beredar di populasi umum dan kebanyakan orang terpapar sejak masa kanak-kanak, itu dapat ditambahkan ke daftar flu biasa.

Baca Juga: Kasus di Indonesia kembali tembus angka 10.000, kenali 25 gejala corona menurut WHO

Namun, menurut para ahli, masa depan virus corona bergantung pada banyak hal yang tidak diketahui. Misalnya saja, saat ini muncul varian baru dari Inggris dan Afrika Selatan, yang menurut penelitian mungkin lebih mudah menular. 

Pejabat Kesehatan AS lebih mengkhawatirkan varian Afrika Selatan, karena data yang muncul menunjukkan vaksin Covid-19 yang ada tampaknya kurang efektif melawan varian ini. 

Tosh memprediksi, bakal ada lebih banyak varian muncul seiring dengan meningkatnya kekebalan dan vaksin memaksa virus corona untuk bermutasi.

"Akan sulit untuk memproyeksikan seperti apa kondisi ini dalam lima tahun dari sekarang," katanya.

Selanjutnya: Kasus di Indonesia kembali tembus angka 10.000, kenali 25 gejala corona menurut WHO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×