Ciri kolesterol tinggi dan pengobatannya

Rabu, 20 Januari 2021 | 16:38 WIB Sumber: Kompas.com
Ciri kolesterol tinggi dan pengobatannya

ILUSTRASI. ilustrasi kesehatan, burger, Jakarta (22/09). Ciri kolesterol tinggi dan pengobatannya. Kontan/Alri kemas

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kolesterol menjadi hal yang ditakutkan orang dewasa, terutama usia 35 tahun ke atas. Karena, kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang beragam, termasuk penyakit jantung. Lalu bagaimana ciri-ciri kolesterol tinggi dan pengobatannya?

Merujuk pemberitaan Kompas.com, kolesterol adalah zat seperti lemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol dalam kadar tertentu, penting dalam metabolisme tubuh.

Kolesterol memiliki peran saat pembentukan membran sel, vitamin D, dan hormon tertentu. Kolesterol tidak dapat larut dalam air, sehingga tidak bisa berpindah ke seluruh tubuh dengan sendirinya. Kolesterol membutuhkan bantuan partikel lipoprotein untuk bergerak dalam aliran darah.

Partikel lipoprotein terbagi jadi dua, yaitu low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein. Partikel LDL sering dikenal sebagai kolesterol jahat. LDL dapat menumpuk di arteri dan menyumbat aliran darah, sehingga menyebabkan masalah kesehatan.

Sebaliknya, partikel HDL sering disebut kolesterol baik. Partikel HDL membantu kolesterol kembali ke hati untuk kemudian dibuang. Konsumi lemak dalam jumlah tinggi menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL di darah. Kadar LDL yang tinggi ini yang sering disebut dengan kolesterol tinggi/hiperlipidemia/hiperkolesterolemia.

Baca juga: Waspada! Berikut 4 penyebab kolesterol tinggi

Ciri dan gejala kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala atau ciri apa pun. Pada kebanyakan kasus, kolesterol langsung menyebabkan gangguan kesehatan parah. Contoh mudahnya, Anda sedang membaca artikel di smartphone Anda, dan tiba-tiba Anda mendapat serangan jantung.

Gangguan kesehatan mendadak dan darurat semacam itu tadi bisa terjadi pada siapa saja dengan kadar kolesterol tinggi. Kabar buruk dari masalah kolesterol adalah tidak ada gejala khusus di badan manusia yang menandakan kolesterolnya tinggi.

Jadi, Anda bisa saja merasa sehat dan bugar tapi 5 jam kemudian Anda mendapat serangan jantung karena kolesterol tinggi. Untuk bisa mengetahui apakah kadar kolesterol di tubuh Anda termasuk tinggi atau rendah, Anda harus bertemu dokter.

Sebab hanya tes darah yang bisa membuat dokter tahu kadar kolesterol di tubuh Anda. Setelah melakukan tes darah, kadar kolesterol seseorang akan diketahui.

Kadar kolesterol normal di tubuh adalah 200-240 miligram per desiliter (mg/dL). Bila melebihi angka 240 mg/dL berarti kolesterol tinggi. Sedangkan, bila di bawah 200 mg/dL berarti kolesterol rendah.

Faktor risiko penyebab kolesterol tinggi

Memahami faktor risiko kolesterol adalah hal penting. Dengan begitu, Anda akan lebih memiliki kewaspadaan pada kadar kolesterol. Dua hal penting mencegah terjadinya kolesterol tinggi adalah perubahan gaya hidup ke pola hidup sehat dan kesadaran untuk melakukan tes kolesterol secara rutin.

Beberapa faktor risiko kolesterol tinggi adalah gaya hidup yang bisa dirubah. Seperti perubahan pola makan, intensitas olahraga, berhenti merokok, dan sebagainya. Beberapa aktivitas gaya hidup di bawah ini bisa mengantarkan Anda sebagai penderita kolesterol tinggi:

  • Kurang olahraga
  • Diet tinggi lemak
  • Obesitas
  • Merokok
  • Usia tua
  • Riwayat keluarga
  • Konsumsi obat-obatan

Pengobatan kolesterol tinggi

Dirangkum dari Kompas.com, pengobatan kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan konsumsi sejumlah obat-obatan. Ada beragam obat untuk menurunkan kolesterol tinggi. Namun, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum konsumsi obat kolesterol ini:

Berikut daftar obat kolesterol yang dapat dipilih:

1. Niasin (vitamin B3)

Niasin dapat digunakan untuk menaikkan kadar HDL yang amat rendah. Pemakaian obat kolesterol ini dalam dosis yang tepat dilaporkan dapat menaikkan kadar HDL hingga 20 persen. Selain itu, niasin juga efektif untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

2. Statin

Statin sering tersedia di pasaran, seperti lovastatin, simvastatin, fluvastatin, dan antrovastatin. Cara kerja obat ini adalah dengan mencegah produksi enzim dalam liver yang menghasilkan kolesterol. Dengan demikian, produksi LDL diharapkan bakal berkurang.

Statin bahkan dilaporkan dapat menurunkan LDL hingga 20-40 persen dan menaikkan HDL 5-10 persen. Menariknya, dari hasil riset, menunjukkan bahwa statin juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan karena penggumpalan (clotting). Adapun dosis yang diperlukan dalam penggunaan obat kolesterol ini relatif sedikit.

3. Resins

Resins disebut juga sebagai bile acid binding. Jenis obat kolesterol ini bekerja di dalam usus dengan mengikat asam empedu (bile acids) yang membawa kolesterol. Dengan demikian, resins diharapkan dapat menambah pembuangan kolesterol dan mengurangi jumlah kolesterol dalam liver.

Obat kolesterol ini membuat lebih banyak LDL reseptor yang bertanggung jawab dalam menangkap LDL dari darah, sehingga kolesterol darah menurun. Obat resins terdiri dari dua jenis, yakni cholestin dan questran yang berguna untuk menurunkan kolesterol hingga 15-30 persen.

4. Nocotinic acids (NA)

Obat kolesterol ini bekerja dalam hati untuk memengaruhi produksi lemak dalam darah. NA dapat digunakan untuk menurunkan trigliserida, LDL, dan sekaligus menaikkan HDL. Penurunan LDL bisa mencapai 15-30 persen dan kenaikan HLD dapat mencapai 10-15 persen.

5. Gemfribozil

Gemfribozil adalah obat yang dapat menurunkan kadar lemak darah. Salah satu jenisnya adalah lopid, yang mampu menaikkan HDL hingga 8-15 persen. Sementara, LDL akan diturunkan secara moderat.

6. Clofibrate

Clofibrate dapat digunakan untuk menaikkan HDL hingga 10-15 persen dan menurunkan trigliserida. Cara kerja obat ini mirip dengan gemfribozil.

7. Probucol

Probucol (lorelco) kadang-kadang dapat dipakai untuk menurunkan LDL. Masalahnya, obat ini juga dapat menurunkan HDL. Probucol merupakan sediaan antioksidan.

8. Arginin

Arginin merupakan sejenis asam amino yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki aliran darah koroner. Obat kolesterol ini bertindak sebagai antioksidan dan menjaga elastisitas dalam jaringan pembuluh darah. Argini tersedia tanpa resep.

9. Coenzym Q10

Coenzym Q10 merupakan antioksidan yang sangat kuat dan sangat disukai para praktisi di Jepang dan Eropa.

10. Inhibitor Absorpsi Kolesterol Melansir Mayo Clinic, ezetimibe adalah obat penurun lipid pertama yang dapat menghambat serapan kolesterol dari diet dan kolesterol empedu tanpa mempengaruhi absorpsi nutrisi yang larut dalam lemak. Obat ini dapat digunakan untuk menurunkan LDL dan trigliserida dan sedikit meningkatkan HDL.

Ingat, jangan konsumsi obat untuk menurunkan kolesterol secara sembarangan. Konsultasikan dengan dokter sebelum konsumsin obat kolesterol di atas.

Selanjutnya: Kasus corona rekor lagi, 7 buah ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru