kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.858   35,00   0,20%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Berapa lama pembawa virus corona dapat menginfeksi orang lain? Simak penjelasannya


Kamis, 02 April 2020 / 14:04 WIB
ILUSTRASI. Pengukuran suhu tubuh penumpang di stasiun MRT, Jakarta, Minggu (22/03). MRT Jakarta memberlakukan 'social distancing' atau menjaga jarak dan membatasi pelayanan jumlah penumpang dalam satu gerbong untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19. KONTAN/Fran


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah bertindak seolah-olah kita menjadi pembawa virus, dan mengikuti rekomendasi untuk mencegah penularan. Centers for Disease Control and Prevention meyakini, orang yang telah terinfeksi Covid-19 adalah yang paling menular pada puncak gejala mereka. 

Ini berarti, setiap kali seseorang merasakan kondisi terburuk --termasuk batuk atau demam-- saat itu menjadi masa paling potensial untuk menyebarkan virus. 

Baca Juga: WHO pakai istilah physical distancing, begini beda dengan social distancing

Namun, seseorang juga dapat menyebarkan virus dalam periode inkubasi sebelum mereka menunjukkan gejala. Umumnya, hal ini terjadi 2-14 hari setelah paparan awal mereka. Satu studi baru-baru ini menemukan, masa inkubasi rata-rata untuk Covid-19 adalah lima hari dan 98% orang menunjukkan gejala setelah paparan dalam 11,5 hari. 

Penelitian juga menunjukkan pasien Covid-19 terus melepaskan virus selama berhari-hari setelah gejalanya hilang. Secara umum, individu yang dicurigai memiliki Covid-19 diminta untuk tetap diisolasi setidaknya tiga hari setelah mereka pulih, dan seminggu setelah gejala mereka pertama kali muncul. 

Younus menyebut, anak-anak sering menjadi pembawa Covid-19 asimtomatik, dan dapat menimbulkan risiko tertentu bagi orang terdekat mereka. "Semakin lama durasi, kontak, rendah kekebalan induk, maka semakin tinggi risiko tertular infeksi," kata Younus. 

Baca Juga: Berikut 5 gejala ringan virus corona, jangan abaikan!

Gluckman mengaku membayangkan para peneliti akan memiliki pemahaman lebih baik tentang penularan Covid-19 tanpa gejala pada bulan berikutnya. Ia juga menyebut, lebih banyak penelitian datang dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×