Tips Sehat

Begini penanganan komprehensif penyakit saraf akibat diabetes melitus

Senin, 20 Juli 2020 | 10:50 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Begini penanganan komprehensif penyakit saraf akibat diabetes melitus

ILUSTRASI. Diabetes


Baca Juga: Jangan asal makan, ini waktu terbaik untuk sarapan

Itu sebabnya, DM harus segera diwaspadai. Tatalaksana penyakit saraf terkait diabetes secara konvensional meliputi pengendalian kadar gula darah, terapi medikamentosa yaitu obat-obatan serta suplemen, serta terapi non-obat seperti fisioterapi dan akupunktur.

Nelfidayani, dokter spesialis rehabilitasi medik Klinik Hayandra menjelaskan, rehabilitasi medik memegang peranan penting dalam pencegahan dan penanganan komplikasi gangguan saraf pada DM, termasuk stroke dan neuropati diabetik yang dapat menyebabkan kaki diabetes.

Aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu mengendalikan kadar gula darah bersamaan dengan penggunaan obat pada pasien DM. Pemeriksaan dan perawatan kaki secara rutin harus dilakukan.

"Senam kaki meliputi latihan lingkup gerak sendi dan latihan penguatan otot kaki, serta penggunaan sepatu yang sesuai, merupakan contoh tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kaki diabetes," jelas Dr Nelfidayani.

Dr. Nelfi menambahkan, pada kasus DM yang sudah terjadi gangguan saraf tepi (neuropati), sepertiga kasus mengalami nyeri neuropatik pada tungkai yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Manfaat buah pisang untuk kesehatan yang wajib Anda tahu

Selain penggunaan obat-obatan, terapi laser intensitas tinggi dapat membantu mengurangi nyeri neuropatik. Terapi laser intensitas tinggi memungkinkan penetrasi jaringan dalam dan merupakan terapi nyeri yang kuat namun tidak membuat ketagihan.

Melalui proses transfer energi alami yang disebut fotobiomodulasi dan efek fotomekanis, laser dapat mempercepat penyembuhan dan regenerasi jaringan.

Terapi laser intensitas tinggi bekerja dengan menstimulasi sirkulasi darah di daerah yang terkena, dan darah kaya oksigen yang kaya nutrisi membantu memperbaiki serat saraf dan mengoptimalkan fungsinya. "Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya rasa sakit dan ketidaknyamanan," pungkas Dr Nelfi.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto
Tag


Terbaru