kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bali terbuka lagi untuk wisatawan asing, seperti apa persiapannya?


Senin, 18 Oktober 2021 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan kamar yang akan digunakan sebagai tempat karantina bagi wisatawan mancanegara di Hotel Griya Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (11/10/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.


Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

CHSE juga panduan dalam kenormalan baru, hidup berdampingan dengan COVID-19. “Sertifikasi CHSE dan animo pelaksana usaha wisata yang bagus ini penting, tidak hanya untuk pengunjung tapi juga untuk pekerja,” tutur Henky, seperti dikutip di situs covid19.go.id

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menuturkan proses persiapan dilakukan dengan cermat. Mengingat, ujar wakil gubernur yang akrab dipanggil Cok Ace, pariwisata adalah lokomotif perekonomian Bali, sehingga pembukaan Bali menjadi perhatian banyak pihak.

Saat ini, Bali memiliki 35 hotel karantina yang siap menyambut kembali wisatawan asing. Plus, 55 hotel lain yang mengajukan diri. Hotel yang berminat menyandang status sebagai hotel karantina harus memiliki sertifikat CHSE, demikian keterangan yang dikutip covid19.go.id

Baca Juga: Ini tahapan aturan karantina dari luar negeri, dilarang melanggar

Untuk mendapat sertifikat CHSE, hotel diharuskan, misalnya, memiliki akses terpisah antara tamu reguler dan tamu karantina. Hotel juga baru mendapatkan sertifikat CHSE apabila memiliki kerja sama dengan rumah sakit terdekat.

Yang menyenangkan bagi wisatawan asing juga sudah rindu dengan Bali, praktis seluruh penjuru pulau itu dapat mereka jelajahi. Dalam proyek ujicoba pembukaan Bali, memang cuma tiga wilayah yang berstatus zona hijau yang masuk. Masing-masing adalah Ubud, Nusa Dua dan Sanur. 

Namun dengan semakin banyaknya penduduk Bali yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, pemberlakuan standarisasi CHSE serta penerapan aplikasi PeduliLindungi di lokasi wisata, Pemerintah Provinsi Bali pun optimistis wilayah yang aman dikunjungi semakin luas. 

Apalagi, imbuh Cok Ace, respon masyarakat setempat terhadap pembukaan kembali sangat baik. “Kami berharap dapat memberikan ruang gerak lebih luas bagi wisatawan mancanegara yang sudah menyelesaikan karantina lima hari,” ujar dia seperti dikutip covid19.go.id.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: New Zealand extends Auckland lockdown in battle on Delta variant

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×