Ada 6 permasalahan kesehatan RI di tengah upaya pemulihan dampak pandemi

Jumat, 19 November 2021 | 21:00 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Ada 6 permasalahan kesehatan RI di tengah upaya pemulihan dampak pandemi

ILUSTRASI. Pekerja menggunakan masker saat bekerja di industri garmen, Jakarta,

Meski tidak sebesar gelombang kedua, gelombang ketiga di Indonesia berpotensi terjadi di triwulan pertama tahun 2022, dengan asumsi tidak ada varian yang lebih super dari Delta bersirkulasi di Indonesia.

Lebih lanjut Dicky mengatakan bahwa naskah akademik Peta Jalan Adaptasi Pengendalian dan Pemulihan Dampak Covid-19 memberikan arahan langkah apa saja yang perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mempercepat transisi masa pandemi menuju endemi untuk tercapainya target pembangunan kesehatan.

Terdapat enam pokok permasalahan sektor kesehatan Indonesia yang perlu dimitigasi dalam upaya pemulihan dampak Covid-19 melalui peta jalan tersebut. Pertama, belum tercapai abang batas herd immunity, kedua belum optimalnya deteksi dini dan pencegahan.

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 19 November: Ada penambahan vaksinasi 2,95 juta dosis

Ketiga, belum memadai kapasitas lonjakan faskes saat krisis, belum konsistennya perilaku adaptif publik, belum optimalnya koordinasi dan monitoring dan terakhir potensi penurunan kualitas layanan kesehatan.

Adapun solusi yang ditawarkan untuk sektor kesehatan dalam peta jalan ialah dalam bentuk aksi adaptasi agar tercapainya pemulihan sektor kesehatan.

Di antaranya meningkatkan vaksinasi, melakukan komunikasi risiko, menerapkan tes-lacak-isolasi, melakukan terapi anti-virus, melakukan pengawasan, melakukan pengendalian perbatasan, menerapkan perilaku 5M, memperbaiki kualitas udara, memberikan insentif kepada tenaga kesehatan, perlindungan pada kelompok rentan, melakukan evaluasi berkala, penguatan sarana dan prasarana sektor kesehatan, memberikan pendanaan serta melakukan riset dan diplomasi kesehatan.

"Selain itu, kebijakan dari pemerintah dan penyebaran informasi harus selalu dipastikan sampai kepada masyarakat hingga ke pelosok negeri untuk meminimalkan dampak,” kata Dicky.

Di sisi lain, Dicky mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 berbeda dengan penanganan bencana alam. Dampak bencana alam cenderung terjadi dalam satu periode. Dimana pemulihannya bersifat linier yaitu kesiapsiagaan, respons, pemulihan, dan mitigasi.

Sementara peristiwa pandemi cenderung dapat terjadi dalam beberapa gelombang, sehingga tantangannya adalah proses pemulihannya bersifat lebih kompleks dan rumit. "Transisi dari pandemi ke endemi akan sangat bervariasi dari setiap negara," kata Dicky.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 19 November: Tambah 360 kasus baru, prokes jangan kendor

Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru