Ada 6 permasalahan kesehatan RI di tengah upaya pemulihan dampak pandemi

Jumat, 19 November 2021 | 21:00 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Ada 6 permasalahan kesehatan RI di tengah upaya pemulihan dampak pandemi

ILUSTRASI. Pekerja menggunakan masker saat bekerja di industri garmen, Jakarta,

Plt Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu, menilai peta jalan adaptasi pengendalian dan pemulihan sebagai masukan yang positif dari para pemangku kepentingan untuk pemerintah.

Peta jalan diharapkan dapat sejalan dengan empat pilar penanganan Covid-19. Pertama, pilar penguatan sistem kesehatan melalui implementasi protokol kesehatan.

Kedua, pengaturan mobilitas. Ketiga, scaling up deteksi dan testing di seluruh Indonesia, dan keempat penguatan rantai pasokan vaksinasi.

"Cakupan vaksinasi kita hampir 63% dosis satu, dosis dua sudah 44%. Desember ini dosis satu diperkirakan sudah di atas 80%," kata Maxi.

Maxi juga menyoroti pentingnya memperhatikan penyakit lainnya selain Covid-19 yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa. Dimana selama pandemi ini vaksinasi lainnya dinilai cenderung menurun.

"Imunisasi kita coverage ini rendah dua tahun ini, kalau masuk tiga tahun kita tinggal tunggu panen," ungkap Maxi.

Kementerian Kesehatan saat ini akan melakukan transformasi kesehatan. Diantaranya transformasi dasar layanan primer. Dimana penguatan Puskesmas dari edukasi dan pencegahan primer dan sekunder serta penguatan kapasitas dan kapabilitas di layanan primer termasuk SDM.

Baca Juga: Begini strategi pemerintah tekan peningkatan kasus Covid-19 saat libur Nataru

Selanjutnya, transformasi layanan rujukan dengan peningkatan layanan kesehatan sekunder dan tersier. Rencananya pemerintah akan membuat jejaring layanan untuk penyakit jantung, kanker dan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut.

"Berikutnya transformasi sistem ketahanan kesehatan. Ini kita belajar dari pandemi, karna waktu awal dulu masker sulit makanya resiliensi di bidang farmasi dan alat kesehatan itu jadi pilihan kita untuk mandiri. Kita akan dorong produksi farmasi dan alat medis di daerah dan perkuat tanggap darurat," jelasnya.

Kemudian pemerintah akan melakukan transformasi pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan teknologi kesehatan terutama untuk kesehatan digital.

Selanjutnya: Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) menambah outlet baru di Bandung

Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru