Waspada, ini 5 makanan dan minuman yang dapat menurunkan daya ingat

Selasa, 08 Juni 2021 | 08:36 WIB Sumber: Kompas.com
Waspada, ini 5 makanan dan minuman yang dapat menurunkan daya ingat

ILUSTRASI. Seiring bertambahnya usia, daya ingat seseorang memang berangsur-angsur menurun.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring bertambahnya usia, daya ingat seseorang memang berangsur-angsur menurun. Di samping itu, beberapa makanan terbukti memiliki efek negatif terhadap otak, memengaruhi memori dan suasana hati, serta meningkatkan risiko demensia. 

Oleh karena itu, seseorang harus mengurangi konsumsi makanan-makanan ini untuk menjaga daya ingatnya. 

Berikut ini beberapa makanan dan minuman yang memiliki potensi menurunkan daya ingat, seperti dilansir dari Healthline. 

1. Minuman Manis 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan minuman manis hanya akan menambah lingkar pinggang, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan memiliki efek negatif terhadap otak. 

Menurut sebuah studi berjudul “High-sugar diets, type 2 diabetes and Alzheimer's disease”, asupan minuman manis yang berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 yang juga meningkatkan risiko Alzheimer. 

Baca Juga: Bisa Anda coba, kayu manis efektif menurunkan gula darah

Selain itu, penelitian lain berjudul “Glucose Levels and Risk of Dementia” menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko demensia, bahkan pada orang tanpa diabetes. 

Komponen utama dari banyak minuman manis adalah sirup jagung fruktosa tinggi yang terdiri 55% fruktosa dan 45% glukosa. Asupan fruktosa yang tinggi dapat menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, lemak darah tinggi, diabetes, dan disfungsi arteri. 

Baca Juga: 6 Efek samping pisang untuk kesehatan bila dikonsumsi berlebihan

Aspek-aspek sindrom metabolik ini dapat menyebabkan peningkatan risiko jangka panjang demensia. 

Penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin di otak, serta penurunan fungsi otak, memori, belajar, dan pembentukan neuron otak. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru