kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Telapak tangan berkeringat menandakan penyakit jantung, mitos atau fakta?


Sabtu, 28 Desember 2019 / 18:10 WIB


Sumber: intisari online | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada banyak cerita soal kesehatan yang kita dengar. Ada yang merupakan fakta. Ada juga yang hanya mitos. Contoh, perut buncit bisa mengindikasikan sesuatu yang perlu diperhatikan soal kesehatan kita. Padahal belum tentu benar.

Sama seperti 'mitos' yang satu ini. Sebagian besar orang mungkin pernah mendengar bahwa telapak tangan berkeringat tanda penyakit jantung. Apakah hal tersebut benar atau sekadar mitos?

Baca Juga: Pesta tahun baru segera tiba, simak tips berikut agar tubuh tetap sehat setelah pesta

Secara medis, ada dua jenis kelainan yang menyebabkan produksi keringat menjadi berlebih pada tubuh. Pertama pada telapak tangan (palm sweating) dan kedua pada telapak kaki (plantar sweating).

Hal ini disebabkan karena tubuh seseorang memiliki kelebihan hormon tiroid dalam darah (hipertiroid).

Selain disebabkan oleh hipertiroid, telapak tangan dan kaki yang kerap dibasahi oleh keringat juga menandakan seseorang tengah mengalami pembakaran berlebih pada sel-sel tubuh.

Baca Juga: Studi membuktikan, ternyata makan cabai bisa mengurangi risiko stroke

Penyebab mengapa hipertiroid sering dihubungkan dengan penyakit jantung yaitu karena keduanya sama-sama membuat detak jantung berderap lebih cepat.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×