kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45934,47   6,12   0.66%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tanda Kolesterol Naik Di Kuku, Mata, Kaki, Cek Obat Tradisional Menurunkan Kolesterol


Rabu, 22 Februari 2023 / 15:00 WIB
Tanda Kolesterol Naik Di Kuku, Mata, Kaki, Cek Obat Tradisional Menurunkan Kolesterol
ILUSTRASI. Tanda Kolesterol Naik Di Kuku, Mata, Kaki, Cek Obat Tradisional Menurunkan Kolesterol


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kenali tanda-tanda kolesterol naik. Sejumlah obat tradisional menurunkan kolesterol perlu Anda konsumsi jika merasakan tanda-tanda kolesterol naik.

Tanda-tanda kolesterol naik perlu dipahami orang dewasa sejak usia muda. Di tengah pola makan yang serba junk food dan goreng-gorengan, kolesterol bisa naik di atas level normal.

Dilansir dari Kompas.com, tanda-tanda kolesterol naik pada tubuh seseorang dapat menunjukkan gejala yang mudah dikenali. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika kolesterol di dalam tubuh sudah tinggi dalam waktu tertentu.

Namun tanda-tanda kolesterol naik yang muncul secara fisik dapat bervariasi tergantung di bagian tubuh mana yang terdapat tumpukkan lemak di pembuluh darah. Tapi secara umum tanda kolesterol naik bisa dikenali melalui sejumlah perubahan pada mata, kaki dan lidah.

Baca Juga: Sayuran Penurun Kolesterol dan Asam Urat Tinggi, Kenali Ciri-Ciri Kolesterol Di Kuku

Tanda kolesterol naik pada mata, kaki dan lidah

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh meskipun pada awalnya hampir tidak menunjukkan gejala apaun. Seiring waktu, beberapa bagian tubuh kita mungkin mulai menunjukkan tanda-tanda kelebihan kolesterol seperti di bagian mata, kaki dan lidah.

Berikut tanda-tanda kolesterol naik pada seseorang jika dilihat dari perubahan pada bagian tubuh tertentu, seperti dilansir Hindustan Times.

1. Tanda kolesterol naik di kaki

Salah satu tanda paling umum kolesterol naik di kaki adalah klaudikasio atau penyakit arteri perifer (PAD). Kondisi ini dapat terjadi ketika pembuluh darah di kaki mengalami penyempitan atau tersumbat akibat penumpukan kolesterol dan zat lain.

Akibatnya kaki terasa nyeri atau sakit, menimbulkan sensasi kram yang dapat terjadi selama aktivitas fisik, seperti berjalan. "Nyeri ini biasanya membaik dengan istirahat, tetapi dapat menjadi cukup parah sehingga membatasi kemampuan seseorang untuk berolahraga atau melakukan aktivitas lain," demikian kata Dr Aditya S Chowti, konsultan senior penyakit dalam dari Rumah Sakit Fortis, Bangalore, India.

Gejala umum PAD adalah jenis nyeri otot yang dapat meliputi pegal, kram, mati rasa, dan kelelahan. Meski sering terasa nyeri di kaki, tapi rasa sakitnya bisa juga terjadi di bokong, pinggul, paha, betis, atau telapak.

Pada kasus PAD yang parah, nyeri otot mungkin tidak kunjung hilang bahkan saat istirahat dan itu bisa bertahan lama jika kolesterolnya tidak diatasi. Adapun risiko kolesterol lainnya yang dapat merusak sel, jaringan, dan saraf, menyebabkan luka (borok) terbentuk di kulit, terutama jika ada luka kecil.

Kemudian ada pula tanda lain di kaki seperti perubahan fisik pada tungkai dan kaki serta cukup mudah terlihat pada bagian kuku dan kulit yang menunjukkan perubahan tekstur lebih halus atau dingin ketika disentuh.

2. Tanda kolesterol naik pada mata

Bagian tubuh selanjutnya yang kerap menunjukkan tanda-tanda ketika kolesterol naik adalah mata. Kondisi tersebut mungkin dapat mengembangkan xanthelasma yang ditandai dengan tumpukkan lemak berwarna kekuningan yang terlihat di bawah kelopak mata.

Terkadang, xanthelasma kerap disebut sebagai masalah kulit biasa. Padahal bercak kekuningan itu merupakan pertanda bahwa kolesterol di dalam tubuh sudah sangat tinggi.

Meski tidak berpengaruh pada penglihatan pasien, tapi bintik-bintiknya bisa memengaruhi penampilan karena sering berada di atas dan bawah kelopak mata. Selain bercak kuning, pembuluh di retina juga dapat terpengaruh oleh kolesterol tinggi.

Gejala dari kondisi ini adalah perubahan penglihatan, penglihatan kabur, garis atau bintik hitam pada penglihatan (floaters), dan nyeri pada mata yang terkena.

Tanda pada mata lainnya adalah arcus senilis yang ditandai dengan kemunculan rona berupa cincin putih, biru, atau abu-abu terbentuk di sekitar kornea karena lebih banyak kolesterol yang mengendap di area itu. Untungnya perubahan warna ini tidak mengganggu indra penglihatan.

3. Tanda kolesterol di lidah

Lidah juga bisa menunjukkan tanda kolesterol naik. Kondisi itu ditandai dengan gejala lidah berbulu atau terdapat benjolan kecil di permukaan lidah (papila) dan perubahan warna seperti putih atau menghitam. "Lidah berbulu tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan bau mulut dan rasa tidak enak di mulut," kata Dr Chowti.

Perubahan warna pada lidah biasanya disebabkan oleh akumulasi kolesterol di dalam darah sehingga menyebabkan penyumbatan di area tersebut. Hal ini kemudian memicu arteri lidah mengalami kekurangan suplai oksigen dan nutrisi ke tubuh. Efeknya lidah bisa menjadi kekuningan atau membuat saraf di lidah membiru.

Obat tradisional menurunkan kolesterol

Diberitakan Kontan.co.id sebelumnya, tubuh membutuhkan kolesterol supaya bisa berfungsi secara optimal. Namun, masalah justru muncul saat jumlah kolesterol dalam tubuh terlalu banyak. Supaya kondisi kesehatan Anda tetap terjaga, ada beberapa obat kolesterol alami yang bisa Anda pilih.

Sebelum mengonsumsi bahan alami yang bisa menurunkan jumlah kolesterol, Anda perlu mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap jumlah kolesterol. Kolesterol dalam tubuh bisa meningkatkan karena faktor genetik, obesitas atau berat badan berlebih, dan usia.

Terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak trans dan lemak jenuh juga bisa meningkatkan jumlah kolesterol. Selain menghindari beberapa faktor tersebut, cobalah untuk mengonsumsi beberapa jenis bahan alami yang bisa menjadi obat tradisional menurunkan kolesterol.

Berikut beberapa bahan alami sebagai obat tradisional menurunkan kolesterol:

Bawang putih

Obat tradisional menurunkan kolesterol tinggi yang pertama adalah bawan putih. Mengutip dari E Times, bawang putih mengandung senyawa yang bernama allicin. Senyawa itulah yang berfungsi untuk menurunkan jumlah kolesterol LDL atau kolesterol jahat yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Cara yang perlu Anda lakukan sangat mudah. Cukup kunyah beberapa siung bawang putih mentah di pagi dan malam hari. Seiring berjalannya waktu, jumlah kolesterol Anda akan menurun sehingga kondisi kesehatan bisa tetap terjaga.

Ketumbar

Obat tradisional menurunkan kolesterol tinggi yang kedua adalah ketumbar. Jenis rempah itu mengandung banyak nutrisi yang mampu mengontrol jumlah kolesterol. Mulai dari antioksidan, vitamin A, hingga vitamin C.

Anda perlu merebus 2 sdt ketumbar dalam air selama dua menit terlebih dahulu. Selanjutnya, saring dan minum air rebusan itu. Untuk mendapat hasil yang maksimal, Anda perlu minum air rebusan itu secara rutin.

Baca Juga: 8 Manfaat daun pandan untuk kesehatan: menurunkan demam sampai mengontrol gula darah

Kunyit

Obat tradisional menurunkan kolesterol tinggi yang ketiga adalah kunyit. E Times merekomendasikan kunyit untuk menurunkan jumlah kolesterol dalam tubuh. Anda hanya perlu minum segelas air yang sudah dicampur dengan ½ sdt bubuk kunyit di pagi hari.

Nantinya, jumlah kolesterol akan berkurang sehingga risiko penyumbatan darah dan penyakit jantung bisa berkurang.

Cuka apel

Obat tradisional menurunkan kolesterol tinggi yang keempat adalah cuka apel. Cuka apel termasuk salah satu obat kolesterol yang cukup efektif. Cobalah untuk mengonsumsi segelas air hangat yang dicampur dengan 1 sdm cuka apel setiap hari. Seiring berjalannya waktu, jumlah kolesterol akan turun dan menjadi lebih stabil.

Itulah tanda-tanda kolesterol naik serta bahan alami sebagai obat tradisional menurunkan kolesterol tinggi. Jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×