kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Singapura larang iklan minuman manis, ini ternyata bahayanya


Senin, 14 Oktober 2019 / 05:21 WIB
ILUSTRASI. (VIA THINKSTOCK)


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Selama ini, banyak minum minuman manis kerap dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan diabetes tipe 2, karena terdapat kandungan gula yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Tapi dalam penelitian ini, minuman manis berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2 tak berpengaruh pada kenaikan berat badan.

Perubahan berat badan hanya menyumbang 28% keterkaitan antara konsumsi minuman manis dan resiko diabetes. Faktor-faktor yang disoroti dalam makalah tersebut adalah masalah bagaimana minuman manis ini bekerja.

Satu teori yang penelitian itu simpulkan adalah minuman manis bisa menyebabkan penumpukan lemak pada hati yang bisa mengganggu aktivitas insulin.

Namun, yang mengejutkan dalam penelitian tersebut adalah minuman seperti jus dan minuman yang dimaniskan dengan pemanis buatan seperti pada soda diet justru 100% memiliki risiko menyebabkan diabetes  lebih tinggi. Hal tersebut kemudian dihubungkan dengan perlakuan buah yang seharusnya dimakan secara utuh karena mengandung serat.

Baca Juga: Gaya hidup penyebab meningkatnya penyakit mematikan di dunia

Mereka yang mengkonsumsi pemanis buatan dengan kandungan yang terus meningkat juga menunjukkan, 18% risiko diabetes yang lebih tinggi. Risiko tersebut lebih tinggi dibanding menggunakan pemanis gula asli.

Tapi, studi Jean-Philippe Drouin-Chartier, seorang ahli gizi pascadoktoral di Harvard TH Chan School of Public Health, menekankan, tidak berarti minum minuman diet sama buruknya dengan minuman bergula. Pada beberapa orang yang memiliki masalah medis hal tersebut terbukti bermanfaat bagi kesehatannya.

Penulis: Nur Rohmi Aida

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Larang Iklan Minuman Manis, Ini Ternyata Bahayanya"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×