kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.406.000   2.000   0,14%
  • USD/IDR 16.251
  • IDX 7.288   -25,97   -0,36%
  • KOMPAS100 1.140   -5,84   -0,51%
  • LQ45 919   -3,90   -0,42%
  • ISSI 219   -0,13   -0,06%
  • IDX30 458   -2,90   -0,63%
  • IDXHIDIV20 550   -3,55   -0,64%
  • IDX80 129   -0,44   -0,34%
  • IDXV30 130   -0,02   -0,02%
  • IDXQ30 154   -1,11   -0,71%

Nilai Normal Gula Darah Sewaktu, Jauhi Makanan Pantangan Gula Darah Tinggi


Selasa, 02 Juli 2024 / 07:45 WIB
Nilai Normal Gula Darah Sewaktu, Jauhi Makanan Pantangan Gula Darah Tinggi
ILUSTRASI. nilai normal gula darah sewaktu adalah jika kurang dari 100 miligram per desiliter


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

Nilai Normal Gula Darah Sewaktu - Jakarta. Kenali nilai normal gula darah sewaktu. Jika nilai gula darah sewaktu melebihi batas normal, sejumlah makanan pantangan gula darah tinggi harus dihindari.

Kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa yang terkandung di dalam darah. Gula darah setiap orang selalu berubah-ubah. Namun ada batasan yang menyatakan nilai gula darah dianggap normal atau melebihi batas.

Cara mengetahui nilai normal gula darah adalah dengan cek di laboratorium. Salah satu ukurannya adalah kadar gula darah sewaktu. 

Dilansir dari Kompas.com, kadar gula darah sewaktu adalah pemeriksaan kadar gula darah yang diambil pada pasien yang tidak berpuasa dan dapat dilakukan kapan saja. Lalu, nilai normal gula darah sewaktu berapa?

Ternyata, nilai normal gula darah sewaktu adalah jika kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar gula darah sewaktu di atas 100 mg/dL menunjukkan bahwa seseorang memiliki risiko diabetes yang lebih besar sehingga mungkin akan dilakukan tes gula darah lebih lanjut.

Untuk lebih jelasnya, ketahui kadar gula darah sewaktu yang normal dan penyebab gula darah tinggi berikut ini.

Gula darah sewaktu dapat dilakukan kapan saja dan pasien tidak perlu berpuasa sebelumnya. Dilansir dari Healthline, gula darah sewaktu normalnya adalah kurang dari 100 mg/dL. Kadar gula darah sewaktu di atas 100 mg/dL menunjukkan bahwa seseorang memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami diabetes.

Lebih lanjut, kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL menunjukkan bahwa seseorang mengalami diabetes sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui hasil yang lebih akurat. Anda mungkin perlu melakukan salah satu pemeriksaan lanjutan, yakni cek glukosa puasa atau tes toleransi glukosa.

Hasil cek glukosa puasa, yakni:

  • Normal: di bawah 100 mg/dL
  • Prediabetes: 100-125 mg/dL
  • Diabetes: 126 mg/dL atau lebih

Hasil tes toleransi glukosa, yakni:

  • Normal: di bawah 140 mg/dL
  • Prediabetes: 140-199 mg/dL
  • Diabetes: 200 mg/dL atau lebih

Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan perawatan dan pengobatan selanjutnya yang mungkin perlu dilakukan.

Baca juga: Menurunkan tekanan darah, ini 6 efek samping jahe untuk kesehatan

Pantangan gula darah tinggi 

Jika gula darah sewaktu melebihi batas normal, sebaiknya mulai menghindari pantangan gula darah tinggi. Diberitakan Kompas.com, pantangan utama penderita gula darah tinggi adalah konsumsi makanan dan minuman yang mengandung. Selain itu, ada pantangan lain bagi penderita gula darah tinggi.

Berikut adalah beberapa pantangan gula darah tinggi yang harus dihindari:

1. Konsumsi karbohidrat pada malam hari

Pantangan pertama penderita gula darah tinggi adalah konsumsi karbohidrat pada malam hari. Seperti diketahui, diet karbohidrat penting dilakukan oleh penderita diabetes.

Dilansir dari Very Well Health, diet memainkan peran utama dalam mengelola diabetes dan menjaga kadar gula darah yang sehat. Penderita diabetes harus memiliki pemahaman tentang makanan terbaik dan terburuk untuk penyakitnya.

Karbohidrat adalah bagian penting dari diet apa pun, tetapi mereka harus dimakan dalam jumlah sedang. Penting untuk dicatat bahwa tubuh mengubah 100 persen karbohidrat yang kita konsumsi menjadi glukosa.

Untuk alasan ini, penderita diabetes didorong untuk dapat menggunakan penghitungan karbohidrat guna melacak berapa banyak karbohidrat yang dikonsumsi. Salah satu cara untuk menghindari lonjakan kadar gula darah di pagi hari adalah dengan membatasi asupan karbohidrat pada malam hari sebelumnya.

Perhatikan jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi saat makan malam atau sebagai camilan malam hari.  Porsi karbohidrat yang direkomendasikan untuk setiap orang berbeda dan tergantung pada berat badan, tingkat aktivitas, obat diabetes, dan tujuan kadar gula darah Anda.

Pedoman umum dari American Diabetes Association adalah 45-60 g karbohidrat setiap kali makan dan 15-20 g karbohidrat untuk setiap camilan. Camilan tinggi serat dan rendah lemak sebelum tidur dapat memuaskan rasa lapar dan meminimalkan fenomena fajar.

Beberapa pilihan camilan yang baik yang dapat membantu mencegah kadar gula darah tinggi pada pagi hari antara lain:

  • Buah dan sayur-sayuran
  • Yoghurt bebas lemak atau rendah lemak
  • Popcorn bebas lemak
  • Granola rendah lemak
  • Telur rebus
  • Es loli beku bebas gula
  • Apel kecil dan keju rendah lemak

2. Malas-malasan

Pantangan kedua penderita gula darah tinggi adalah malas-malasan. Oleh karena itu, penderita gula darah tinggi harus rutin berolahraga.

Olahraga dapat menurunkan gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin, yang memungkinkan tubuh menggunakan insulin dan glukosa lebih efektif, meningkatkan pergerakan glukosa selama dan setelah berolahraga.

Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga akan menghasilkan regulasi insulin yang optimal. Olahraga setelah makan malam akan membuat Anda siap untuk kadar glukosa yang stabil sepanjang pagi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga aerobik intensitas sedang sebelum sarapan dapat mengurangi kenaikan glukosa darah pada pagi hari pada pasien diabetes tipe 2, sebagian menangkal fenomena fajar.

Studi yang sama juga menemukan bahwa olahraga secara signifikan bisa mengurangi fluktuasi glukosa darah dan meningkatkan kontrol glukosa darah di seluruh tubuh setiap hari.

Beberapa olahraga terbaik untuk mencegah lonjakan gula darah tinggi pada pagi hari meliputi:

  • Berjalan
  • Yoga
  • Renang
  • Tai Chi

3.Konsumsi lemak

Pantangan ketiga penderita gula darah tinggi adalah konsumsi lemak secara sembarangan. Makanan berlemak juga dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama diabetes, mengonsumsi lebih sedikit lemak dan lebih banyak protein adalah pendekatan yang baik untuk seseorang yang hidup dengan diabetes.

American Diabetes Association merekomendasikan untuk memasukkan lebih banyak lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda daripada lemak jenuh atau lemak trans dalam diet Anda. Contoh lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda meliputi:

  • Alpukat
  • Minyak canola
  • Kacang-kacangan seperti almond, kacang mete, pecan, dan kacang tanah
  • Minyak zaitun (cari produk rendah sodium)
  • Selai kacang dan minyak kacang
  • Ikan berminyak (salmon, sarden, herring, mackerel, tuna) kenari
  • Biji rami dan minyak biji rami
  • Minyak canola
  • Biji chia

Sedangkan, contoh lemak jenuh dan lemak trans yang harus dihindari meliputi:

  • Lemak babi
  • Fatback dan babi asin
  • Daging tinggi lemak seperti daging giling biasa, bologna, hot dog, sosis, dan bacon
  • Produk susu tinggi lemak seperti keju penuh lemak, krim, es krim, susu murni, susu 2%, dan krim asam
  • Mentega
  • Saus krim
  • Kuah yang dibuat dengan tetesan daging
  • Kulit unggas
  • Makanan olahan seperti makanan ringan (kerupuk dan keripik) dan makanan yang dipanggang (muffin, kue kering, dan kue kering) dengan minyak terhidrogenasi atau minyak terhidrogenasi sebagian
  • Margarin

Itulah informasi nilai normal gula darah sewaktu dan pantangan gula darah tinggi yang harus dihindari. Mari menjalankan gaya hidup sehat untuk menjaga gula darah tetap normal.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Diabetes Pada Wanita & Pria, Cek Cara Menaikkan Gula Darah yang Drop

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×