Mudah! 2 Terapi sederhana untuk pulihkan anosmia akibat Covid-19

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:59 WIB Sumber: Kompas.com
Mudah! 2 Terapi sederhana untuk pulihkan anosmia akibat Covid-19

ILUSTRASI. Anosmia sesungguhnya bisa membaik dalam beberapa waktu, ada yang dalam hitungan minggu, ada juga yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejala Covid-19 yang dialami setiap orang tidak sama. Salah satu gejala yang banyak dilaporkan adalah gangguan pada kemampuan indra penciuman, tidak hanya berkurang, tak sedikit juga yang benar-benar kehilangan kemampuannya untuk membaui segala hal atau disebut sebagai anosmia. 

Mengutip laman National Health Service (NHS), anosmia sesungguhnya bisa membaik dalam beberapa waktu, ada yang dalam hitungan minggu, ada juga yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan. 

Anosmia memang salah satunya menjadi gejala Covid-19, namun bisa juga disebabkan oleh alasan lain, isalnya flu, adanya infeksi sinus, alergi, polip hidung, dan sebagainya.

Bagaimana cara menyembuhnya? 

Baca Juga: Perbedaan gejala Covid-19 varian Delta dengan umum

1. Membilas hidung 

Ada beberapa cara yang diajarkan. Pertama adalah membilas bagian dalam hidung menggunakan larutan air asin.  

Cara ini akan efektif jika penyebab anosmia adalah infeksi atau alergi. 

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan: 

- rebus 1 liter air, biarkan hingga dingin; 

- campurkan 1sdt garam dan 1sdt soda kue ke dalam air; 

- cuci bersih tangan Anda; 

- berdirilah di atas wastafel, di kamar mandi, atau tempat lain; 

Baca Juga: Hamil di masa pandemi Covid-19, ini perencanaan kehamilan yang baik

- tuangkan ssedikit larutan tadi ke telapak tangan; 

- hirup sebagian larutan ke 1 lubang hidung dan biarkan keluar kembali, untuk memudahkan maka Anda bisa menutup satu lubang hidung yang lain dengan jari; 

- ulangi langkah-langkah di atas untuk mengetahui apakah bekerja efektif pada Anda atau tidak. 

Untuk diketahui, tidak semua larutan yang Anda buat tadi harus habis dalam sekali terapi. Jumlah air 1 liter hanya untuk memudahkan hitungan atau takaran saja. 

Jika Anda ingin melakukannya esok hari, buatlah larutan yang baru, tidak disarankan menggunakan larutan sisa kemarin. 

Atau, jika Anda tidak memiliki waktu untuk membuat larutan ini, Anda bisa pergi ke apotek dan membeli produk untuk membuat larutan air asin di rumah, juga alat untuk membantu membilas hidung. 

2. Terapi dengan bau-bauan 

Cara kedua adalah dengan melatih indra penciuman Anda menggunakan sejumlah bau-bauan yang menyengat. 

Berdasarkan informasi di laman badan amal terdaftar di Inggris untuk anosmia dan gangguan penciuman, Abscent, bau-bauan esensial yang direkomendasikan adalah terdiri dari 4 jenis: mawar, lemon, cengkeh, dan kayu putih. 

Namun, bisa juga jika Anda ingin menggunakan bau-bauan lain sesuai dengan preferensi. 

Sebelum memulai terapi ini, ada baiknya Anda mencatat kemampuan indra penciuman Anda saat ini, dan terus mencatatnya jika terjadi perkembangan tertentu, sehingga setelah beberapa waktu melakukan terapi ini, Anda dapat mengetahui progres apa saja yang sudah Anda alami. 

Baca Juga: 5 Gejala Covid-19 pada orang divaksin lengkap, satu kali vaksin, dan belum divaksin

Setelah Anda memiliki 4 bau-bauan menyengat yang dibutuhkan, maka terapi siap dimulai. Ikuti langkah berikut: 

- duduk di tempat yang tenang buka botol wewangian yang Anda siapkan, letakkan di dekat hidung; 

- hirup secara lembut selama 20 detik untuk masing-masing bau; 

- konsentrasi penuh akan apa yang Anda lakukan. Jika bau lemon yang tengah Anda hirup, fokuslah pada lemon, bagaimana bau dan rasa lemon yang Anda kenal sebelumnya, fokus; 

- beri jeda beberapa tarikan napas, lanjutkan pada bau-bauan selanjutnya. 

Namun, Abscent menekankan terapi ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dan bukan pengobatan instan yang hasilnya akan langsung nampak dalam sekali percobaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Terapi Sederhana untuk Pulihkan Anosmia akibat Covid-19"
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Sari Hardiyanto

 

Selanjutnya: Wajib tahu! Perbedaan gejala Covid-19 varian Delta dengan umum

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru