kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menu Makanan Berbuka Puasa Penderita Asam Urat, Waspadai Akibat Asam Urat Tinggi


Kamis, 23 Maret 2023 / 14:28 WIB
Menu Makanan Berbuka Puasa Penderita Asam Urat, Waspadai Akibat Asam Urat Tinggi
ILUSTRASI. Menu Makanan Berbuka Puasa Penderita Asam Urat, Waspadai Akibat Asam Urat Tinggi


Sumber: Kementerian Kesehatan RI,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 H tahun 2023. Berikut menu buka puasa yang bagus dan aman untuk penderita asam urat.

Penderita asam urat harus pilah-pilih menu makanan, termasuk untuk berbuka dan sahur puasa Ramadhan 1444 H. Salah konsumsi makanan tertentu, bisa menyebabkan kadar asam urat tinggi.

Dilansir dari Kompas.com, penderita asam urat dapat dengan tenang menjalankan puasa, asalkan memilih menu makanan rendah purin selama sahur dan buka. Perlu diketahui, penyakit asam urat bukan halangan untuk umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Menurut hasil penelitian yang dikutip dari Journal of Clinical Rheumatology, tidak ada risiko peningkatan yang signifikan pada serangan nyeri asam urat atau rematik selama puasa Ramadhan.

Hasil itu didapat dari pengamatan pada puluhan partisipan muslim penderita asam urat yang mematuhi diet rendah purin selama buka puasa maupun sahur Ramadhan.

Baca Juga: Resmi Berlaku, Ini Aturan Baru Untuk PNS Pada Bulan Puasa Ramadhan 1444 H Tahun 2023

Dikutip dari Cleveland Clinic, purin adalah bahan kimia yang secara alami ditemukan dalam makanan dan minuman tertentu. Saat tubuh Anda memecah purin, asam urat adalah produk sampingannya. Siapa pun dengan kadar asam urat tinggi dalam darahnya (hiperurisemia) dapat memperoleh manfaat dari mengurangi makanan tinggi purin (diet rendah purin).

Lalu, apa menu makanan buka puasa untuk penderita asam urat maupun sahur selama Ramadhan?

Menu makanan buka puasa untuk penderita asam urat

Disarikan dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman tertentu dapat membantu mengontrol asam urat dalam tubuh Anda. Macam menu makanan untuk buka puasa bagi penderita asam urat yang disarankan tersebut meliputi:

  • Variasi sumber protein: daging dan unggas tanpa lemak, susu rendah lemak, dan lentil sebagai sumber protein. Daging merah perlu dibatasi konsumsinya, sedangkan jeroannya perlu dihindari. Beberapa jenis makanan laut juga tinggi purin (seperti teri, kerang, sarden, dan tuna), sehingga perlu dibatasi konsumsinya.
  • Variasi buah dan sayuran: sebagian besar rendah purin, kecuali asparagus dan bayam. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa itu tidak meningkatkan risiko asam urat atau serangan asam urat berulang.
  • Ceri: ada beberapa bukti bahwa makan ceri dikaitkan dengan potensi menurunnya risiko serangan asam urat. Ceri juga memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Variasi biji-bijian: semua biji-bijian disarankan menjadi pilihan makanan untuk penderita asam urat buka puasa, kecuali gandum. Namun, Anda perlu menghindari penambahan pemanis untuk mengkonsumsinya.
  • Kopi: beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kopi secukupnya, terutama kopi berkafein normal, dapat terkait dengan penurunan risiko asam urat. Minum kopi mungkin tidak sesuai, jika Anda memiliki masalah kesehatan lain seperti penyakit asam lambung. Bicaralah dengan dokter Anda tentang berapa banyak kopi yang tepat untuk Anda.
  • Susu: beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa minum susu skim dapat membantu mengurangi asam urat. Ini mempercepat ekskresi asam urat dalam urin Anda dan juga mengurangi respons peradangan tubuh terhadap kristal asam urat di persendian.

Saat puasa Ramadhan, penderita asam urat juga harus memperhatikan asupan minum agar tetap terhidrasi. Ini masuk akal karena ginjal Anda menggunakan air untuk mengeluarkan asam urat dalam urin Anda.

Air putih juga baik untuk kesehatan ginjal. Gangguan fungsi ginjal merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan asam urat. Namun, penting juga untuk Anda penderita asam urat berkonsultasi pada dokter tentang pilihan makanan yang tepat selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Apalagi, jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya dan rutin mengkonsumsi obat tertentu.

Bahaya asam urat

Serangan asam urat umumnya terjadi pada area sendi, seperti jempol kaki, pergelangan kaki, siku, hingga pergelangan tangan. Namun, rasa sakit di sekitar persendian belum tentu disebabkan karena asam urat.

Dirangkum dari website resmi Kementerian Kesehatan, akibat asam urat tinggi bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penderita harus segera menurunkan kadar asam urat kembali ke level normal.

Akibat asam urat tinggi diantaranya adalah tophi, kerusakan sendi, batu ginjal hingga diabetes. Tak hanya itu, akibat asam urat tinggi menyebabkan sumbatan di pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Ciri-ciri asam urat tinggi antara lain berupa nyeri di bagian sendi. Namun, ciri-ciri asam urat tinggi itu juga bisa menjadi gejala penyakit lain.

Baca Juga: Cara Pengobatan Asam Urat yang Menyerang Lutut di Rumah

Ciri-ciri asam urat

Mengenali ciri-ciri penyakit asam urat sejak dini adalah hal penting. Pasalnya, asam urat tidak hanya menyerang orang tua, tapi anak muda banyak yang sudah mengalami penyakit tersebut.

Mendeteksi ciri-ciri penyakit asam urat juga bermanfaat untuk membantu penyembuhan. Semakin cepat dikenali, pengobatan dan penyembuhan penyakit asam urat lebih mudah dilakukan.

Selain itu, jika tak diobati tepat waktu, penyakit asam urat yang dikenal juga sebagai gout itu bisa memicu komplikasi asam urat yang berbahaya. 

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini ciri-ciri penyakit asam urat yang perlu diwaspadai: 

Baca Juga: 5 Obat Asam Urat Alami yang Ampuh dan Bisa Dijadikan Alternatif

1. Nyeri sendi tak tertahankan 

Ciri-ciri penyakit asam urat yang pertama adalah nyeri sendi. Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi tak tertahankan. 

Nyeri tersebut berasal dari munculnya kristal urat di sendi akibat kondisi kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah. Bagian yang paling sering mengalami nyeri sendi akibat asam urat adalah jempol kaki. 

Sementara, nyeri tersebut dapat juga timbul di pergelangan kaki, lutut, pergelangan kaki, siku, dan jari tangan. Orang yang terkena serangan nyeri sendi akibat asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. 

Nyeri sendi awal tersebut bisa berlangsung selama 3-10 hari dan paling sering terjadi pada malam hari.

2. Muncul bengkak 

Ciri-ciri penyakit asam urat yang kedua adalah timbulnya pembengkakan. Pembengkakan tersebut tidak hanya terjadi di sendi, tapi bisa juga di sekitar sendi. Ada dua alasan mengapa pembengkakan bisa terjadi akibat asam urat. 

Pertama, bengkak muncul karena jaringan pelapis sendi bernama sinovium membengkak. Kedua, adanya peningkatan volume cairan synovial atau pelumas sendi saat terjadi peradangan. Pada tahap ini, penderita asam urat bisa jadi tidak akan mampu bergerak secara leluasa lagi.

3. Warna kulit yang memerah 

Ciri-ciri penyakit asam urat yang ketiga adalah warna kulit memerah. Saat terjadi peradangan di sendi, aliran darah akan meningkat di sana. Hal itu pun kemudian membuat warna kulit berubah memerah.

4. Sensasi panas di sendi 

Ciri-ciri penyakit asam urat yang keempat adalah rasa sensasi panas di sendi. Melansir Health Line, tak hanya nyeri sendi yang tak tertahankan dan pembengkakan, gejala asam urat juga dapat berupa rasa panas di persendian. Kondisi ini pada kenyatannya bisa menjangkit segala usia, termasuk kalangan muda usia 20 tahunan. 

Sensasi panas atau hangat di persendian tersebut tidak lain adalah efek dari proses peradangan akibat kristal yang terbentuk di sendi-sendi.

5. Benjolan (tophi) 

Ciri-ciri penyakit asam urat yang kelima adalah munculnya benjolan atau tophi. Jika seseorang terlambat atau tidak mengobati penyakit asam uratnya, itu bisa menjadi kronis. Benjolan keras yang disebut tophi akhirnya dapat berkembang di persendian dan kulit serta jaringan lunak yang mengelilinginya. Keberadaan tophi ini secara permanen dapat merusak sendi. 

Dengan demikian, perawatan sesegera mungkin sangat penting ditempuh untuk mencegah penyakit asam urat menjadi kronis. Mengetahui ciri-ciri asam urat dapat membantu Anda menentukan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter sebelum penyakit tersebut dapat menyebabkan masalah permanen.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Makanan Buka Puasa untuk Penderita Asam Urat", dan "5 Ciri-ciri Asam Urat yang Harus Diwaspadai"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×