kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Mengenal sudden cardiac death, henti jantung mendadak yang bisa terjadi saat olahraga


Rabu, 02 Juni 2021 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Mengenal sudden cardiac death, henti jantung mendadak yang bisa terjadi saat olahraga. Kontan/Alri kemas


Penulis: Tiyas Septiana

Bagi penderita penyakit jantung olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik seperti berenang, bersepeda, dan berjalan kaki. 

Untuk pasien yang berusia tua, Anda perlu berhati-hati saat berolahraga karena biasanya terdapat gangguan keseimbangan tubuh. 

Jika Anda memilih olahraga sepeda untuk melatih tubuh, dr. Meity memberikan saran bersepeda agar terhindar dari SCD. 

Dia menyarankan penderita penyakit jantung untuk melakukan olahraga secara bertahap yang didasarkan atas pertimbangan Frequency, Intensity, Time, dan Type (FITT). 

Contoh dari tahapan bersepeda yang aman seperti berikut. 

  • Frequency: Bersepeda sebanyak tiga kali seminggu pada tahap awal kemudian bertambah perlahan hingga setiap hari dalam seminggu. 
  • Intensity: Awali dengan intensitas ringan yang dilakukan berdasarkan Mets atau metabolic equivalents pada individu tersebut yang naik secara bertahap. 
  • Time: Pada tahap awal misalnya bisa bersepeda selama 20 menit kemudian bisa ditambah durasinya sesuai dengan saran dokter jantung. 
  • Type: Pada poin ini Anda bisa melakukan kombinasi kegiatan fisik setelah kemampuan individu sudah lebih baik. 

Selain olahraga teratur sesuai dengan kebutuhan tubuh, pola makan yang sehat, dan manajemen stres yang baik juga bisa mencegah henti jantung mendadak.  

Sebagai penutup, dr. Meity menyarankan masyarakat yang memiliki penyakit darah tinggi, kolesterol, dan lain-lain untuk rutin melakukan kontrol. 

Selain itu tetap jaga protokol kesehatan saat bersepeda seperti menjaga jarak setidaknya 10 meter jika bersepeda santai atau 20 meter jika bersepeda cepat. Jangan lupa memakai masker dan rutin mencuci tangan.

Selanjutnya: Begini alur pendaftaran CPNS 2021 di portal sscasn.bkn.go.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×