kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mengenal sudden cardiac death, henti jantung mendadak yang bisa terjadi saat olahraga


Rabu, 02 Juni 2021 / 14:21 WIB
Mengenal sudden cardiac death, henti jantung mendadak yang bisa terjadi saat olahraga


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Mungkin Anda pernah mendapatkan kabar seseorang yang sehat namun tiba-tiba meninggal saat ia sedang berolahraga. Kejadian ini sering disebut dengan Sudden Cardiac Death (SCD) atau henti jantung mendadak. 

Kematian mendadak akibat henti jantung terjadi salah satunya karena olahraga yang dilakukan secara berlebihan dan tidak terlatih. 

Bersumber dari situs Universitas Airlangga (Unair), sudden cardiac death bisa disebabkan oleh tiga penyebab utama. 

Dosen Fakultas Kedokteran Unair, dr. Meity Ardiana, menjelaskan penyebab pertama henti jantung mendadak adalah riwayat penyakit jantung koroner akut maupun kronis. 

Kedua adalah gangguan irama listrik jantung atau aritma di luar kendali sehingga jantung berhenti berdetak. 

"Terakhir karena disfungsi jantung akibat penebalan otot jantung dan timbulnya jaringan parut pengganti otot jantung," jelas dr. Meity seperti dilansir dari laman Unair. 

Dia juga menambahkan jika seseorang memiliki resiko tinggi mengalami SCD jika tidak rutin melakukan aktivitas fisik. 

Baca Juga: 1 Juni Hari Lahir Pancasila, simak makna dibalik simbol pada sila dalam Pancasila

Olahraga berlebihan bisa picu henti jantung mendadak

Aktivitas fisik seperti olahraga memang dianjurkan dilakukan secara teratur, namun jika berlebihan bisa memicu henti jantung mendadak. 

Olahraga yang ekstrim bisa menyebabkan efek berbahaya khususnya yang memiliki riwayat penyakit jantung. 

“Individu dengan riwayat penyakit jantung sangat disarankan untuk berolahraga, namun harus tetap sesuai dengan prescription atau peresepan oleh ahli jantung. Dokter akan menyesuaikan dengan faktor risiko, kebiasaan olahraga dan kemampuan individu tersebut,” papar dr. Meity.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahli jantung Anda. 

Konsultasi tersebut dilakukan untuk menentukan kemampuan cardiorespiratory fitness atau kebugaran jantung dan paru-paru. 

Obat-obatan yang diberikan juga harus dikonsumsi dengan rutin dan melakukan olahraga sesuai dengan anjuran dokter ahli jantung. 

Dr. Meity juga menambahkan jika terjadi keluhan seperti nyeri dada, sesak atau nadi yang berdenyut cepat atau tidak teratur, terdapat bengkak kaki dan lain-lain sebelum beraktivitas, harus segera pergi ke dokter jantung. 

Baca Juga: Simak persyaratan mendaftar CPNS, PPPK guru, dan PPPK non guru tahun 2021 ini




TERBARU

[X]
×