Mengenal ciri nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD

Senin, 22 November 2021 | 14:29 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal ciri nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD

ILUSTRASI. Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). ANTARA FOTO/Anis Efizudin.

KONTAN.CO.ID - Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penyebab demam berdarah atau DBD sebenarnya bisa dilihat dari penampakan fisik. Lalu, apa saja perbedaan nyamuk DBD dan nyamuk biasa?

Seperti diketahui, nyamuk Aedes aegypti adalah jenis nyamuk yang membawa berbagai virus alias tak hanya DBD. Beberapa penyakit yang bisa dibawa nyamuk ini seperti demam kuning, zika, dan chikungunya. 

Uniknya, hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang menyebarkan virus tersebut, sedangkan nyamuk jantan tidak bisa menjadi inang virus. 

Di negara tropis seperti Indonesia, nyamuk Aedes aegypti bisa berkembang biak sangat baik. Iklim lembab dan curah hujan tinggi sangat mendukung pertumbuhan populasinya.

Baca Juga: Inilah cara mencegah demam berdarah, gejala, dan penyebabnya

Ciri nyamuk Aedes aegypti

Dilansir dari Britannica, ciri nyamuk Aedes aegypti secara fisik adalah biasanya berwarna hitam dengan dengan tubuh ramping. 

Selain itu, pola sisik pada perut dan dada yakni belang antara terang dan gelap. Pola yang biasanya berwarna hitam putih secara bergantian ini juga bisa ditemukan pada kakinya. 

Secara khusus untuk ciri nyamuk Aedes aegypti betina dibedakan oleh bentuk perut, yang ujungnya lebih panjang dari sayap. Sementara di bagian depan, mulutnya lebih pendek dari belalai. 

Spesies nyamuk Aedes sebenarnya sangat banyak di dunia. Genus nyamuk ini mencapai lebih dari 950 spesies nyamuk (ordo Diptera).

Beberapa gigitan anggotanya bisa berdampak serius dan menjadi vektor penyakit, baik pada hewan maupun manusia. 

Nyamuk Aedes, termasuk Aedes aegypti, sebenarnya berasal dari benua Afrika, yang kemudian ikut terbawa oleh perjalanan manusia sejak ratusan tahun lalu ke berbagai belahan dunia. 

Beberapa spesies aslinya menyebar dengan luas di luar Afrika, termasuk ke wilayah yang sebelumnya tidak mendukung nyamuk untuk berkembang biak. Perubahan iklim juga disebut-sebut jadi penyebab utamanya. 

Baca Juga: Tersedia di pasar sampai swalayan, ini 6 bahan alami yang efektif meredakan demam

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru