Mengenal ciri nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD

Senin, 22 November 2021 | 14:29 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal ciri nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD

ILUSTRASI. Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). ANTARA FOTO/Anis Efizudin.

Kemudian, perbedaan nyamuk DBD dan nyamuk biasa lainnya adalah tempat bersarang. Nyamuk Aedes aegypti bersarang dan bertelur di genangan air yang jernih. 

Sehingga di lingkungan pemukiman, nyamuk ini mudah ditemui pada penampungan air. Nyamuk ini juga bisa berkembang biak dengan subur di tangkai maupun pohon yang berlubang. 

Siklus hidup nyamuk Aedes terdiri dari empat tahap meliputi fase telur, larva, pupa, dan dewasa. Nyamuk dewasa muncul mulai dari tujuh hari hingga beberapa minggu setelah telur menetas. 

Betina menyimpan telur berwarna hitam secara tunggal pada permukaan yang lembab, misalnya lumpur, dekat dengan garis air di lokasi yang mengalami banjir, seperti rawa-rawa, lubang pohon, atau di titik antara daun dan batang. 

Benda-benda buatan manusia, seperti pot tanah liat, wadah plastik, dan ban, adalah tempat bertelur yang umum.

Setelah direndam dalam air, telur menetas secara berkelompok, suatu proses yang dapat berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu. Sebab, beberapa telur memerlukan beberapa kali perendaman dalam air sebelum menetas. 

Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Penyakit Kista yang Terjadi pada Laki-Laki

Telur dapat bertahan lama dalam kondisi kering dan mempertahankan kelangsungan hidup selama berbulan-bulan. Telur juga bisa bertahan dalam kondisi dingin.

Lalu, ciri nyamuk Aedes aegypti pada fase larva, yakni hidup di air, biasanya tergantung terbalik pada permukaan air, di mana mereka menggunakan siphon pernapasan tebal pendek untuk mengambil oksigen dari udara di atas air. 

Larva terus berkembang menjadi pupa, yang kemudian berubah menjadi dewasa yang muncul di permukaan air. Dalam dua hari setelah muncul, nyamuk Aedes dewasa kawin, dan nyamuk betina kemudian memakan darah pertama mereka.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti berikutnya yakni nyamuk ini sangat aktif di pagi dan sore hari. Namun, tak menutup kemungkinan nyamuk juga bisa menggigit di malam hari. 

Itulah beberapa ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini menyebar sangat cepat di musim hujan. Jadi untuk pencegahan, sebaiknya bersihkan lingkuran sekitar, terutama pada potensi genangan air jernih di musim hujan seperti sekarang.

Selanjutnya: Bisa dibeli di gerai, ini harga iPhone 13 mulai Rp 13 jutaan, cashback Rp 5,68 juta

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru