kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.154   104,00   0,58%
  • IDX 5.515   -80,10   -1,43%
  • KOMPAS100 725   -11,09   -1,51%
  • LQ45 550   -7,48   -1,34%
  • ISSI 191   -3,83   -1,97%
  • IDX30 312   -4,23   -1,34%
  • IDXHIDIV20 388   -4,16   -1,06%
  • IDX80 83   -1,21   -1,45%
  • IDXV30 105   -1,34   -1,26%
  • IDXQ30 101   -1,42   -1,39%

​Mengenal amoeba pemakan otak Naegleria Fowleri dan penyakit yang disebabkannya


Rabu, 30 September 2020 / 07:40 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi bakteri


Penulis: Virdita Ratriani

Infeksi amoeba pemakan otak ini akan menyebabkan kehancuran jaringan otak yang menyebabkan pembengkakan otak dan kematian. Pada tahap awal, gejala PAM mungkin mirip dengan gejala meningitis bakterial.

Gejala awal infeksi akan muncul sekitar 5 hari atau kisaran 1 hingga 9 hari setelah infeksi. Gejala awal yang muncul biasanya sakit kepala, demam, mual, atau muntah. 

Gejala selanjutnya dapat berupa leher kaku, kebingungan, perhatian terhadap orang di sekitarnya akan berkurang, kehilangan keseimbangan, kejang, dan halusinasi. Setelah dimulainya gejala, penyakit berkembang pesat dan biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sekitar 5 hari atau kisaran sehari hingga 12 hari. 

Baca Juga: Ini makanan yang baik dikonsumsi oleh penderita asam lambung

Pengobatan infeksi Naegleria fowleri

Beberapa obat efektif melawan Naegleria fowleri. Namun, efektivitasnya belum pasti lantaran hampir semua infeksi berakibat fatal, bahkan ketika seseorang diobati dengan kombinasi obat serupa yang berhasil di infeksi yang sama. 

Baru-baru ini, dua orang dengan infeksi Naegleria selamat setelah diobati dengan obat baru yang disebut miltefosine yang diberikan bersama dengan obat lain dan mampu menangani pembengkakan otak yang agresif.

Baca Juga: Jangan tergantung obat, inilah 10 cara cepat menurunkan kolesterol secara alami




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×