kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Makanan yang Baik Buat Diabetes dan Cara Memasaknya yang Tepat Agar Rendah Kalori


Rabu, 30 Agustus 2023 / 16:30 WIB
Makanan yang Baik Buat Diabetes dan Cara Memasaknya yang Tepat Agar Rendah Kalori
ILUSTRASI. Makanan yang Baik Buat Diabetes dan Cara Memasaknya yang Tepat Agar Rendah Kalori.


Penulis: Tiyas Septiana

Makanan Baik untuk Diabetes -  Selain jenis makanan, cara memasak juga penting diperhatikan agar kalori makanan untuk penderita diabetes tidak berlebihan.  

Lastdes Cristiany Friday dari Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FKKMK Universitsa Gadjah Mada (UGM) menjelaskan, rilis dan insulin penderita diabetes terganggu sehingga gula darah cepat naik dan tidak stabil. 

Agar gula darah tetap normal, konsumsi makanan perlu diperhatikan yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah dan memperhatikan kebutuhan kalori. 

Kebutuhan kalori adalah hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu berdasarkan prinsip gizi. Penyumbang utama kalori dalam gizi adalah karbohidrat, yaitu 60% dari total keseluruhan kalori adalah karbohidrat, sisanya 25% lemak, 15-20% dari protein,

"Kebutuhan kalori tergantung dari berat badan, tinggi badan, jelas kelamin, usia,” kata Lastdes. seperti dikutip dari laman UGM.

Baca Juga: 7 Tips Diet Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Pas Dicoba Pejuang Diet

Makanan pantangan dan yang baik buat diabetes

Setelah mengetahui kebutuhan kalori, selanjutnya adalah menyusun makanan sesuai dengan indeks glikemik. 

Indeks tersebut ditentukan dengan jumlah kandungan karbohidrat dan serat. Serat juga termasuk karbohidrat namun lebih kompleks. Jika serat lebih banyak maka indeks glikemik akan lebih rendah. 

"Contoh, dibandingkan dengan beras, maka pilihlah jagung. Tapi, jagung pun dibagi menjadi 2 jenis, maka pilihlah jagung, bukan jagung manis. Dibanding beras putih, pilihlah nasi yang berwarna, misalnya, nasi coklat, nasi merah, dan nasi hitam,” papar Lastdes.

Buah-buahan yang memiliki indeks glikemik rendah dan aman untuk penderita diabetes di antaranya adalah mangga, jeruk, wortel, apel, anggur, dan buah lainnya. 

Menurut Letsdes, makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi masih boleh dikonsumsi namun harus diperhatikan jumlah konsumsinya.

Misalnya, jangan langsung mengonsumsi pisang setelah makan karena berbahaya dan bisa menpengaruhi gula darah. 

Tips memasak makanan untuk penderita diabetes

Agar makanan tetap sehat namun nikmat, ada beberapa cara memasak untuk hidangan penderita diabetes. 

Pertama, dengan cara direbus. Anda bisa membuat sayur sop atau arsik ikan, yaitu makanan khas Sumatra Utara. Cara memasak kedua yang pas untuk penderita diabetes adalah dengan dibakar. 

“Syukurnya kita tinggal di Indonesia yang kaya sekali dengan kuliner lokal. Jadi, makanan kita beragam, tinggal direbus dan ditambah bumbu pelengkap," ungkap Lastdes. 

Baca Juga: Mengapa Trigliserida Bisa Tinggi? Simak Apa Saja yang Sebabkan Trigliserida Melonjak

Makanan bisa di-grill atau dibakar seperti ikan pepes, yang tidak diberi minyak atau misal ditambah dengan sambal terasi. Contoh makanan sehat lain adalah lotek dan gado-gado

Bagi penderita diabetes, ada pedoman makan yang bisa Anda ikuti yaitu dengan menggunakan piring. 

Lastdes menjelaskan, setengah lingkaran piring untuk sayur, setengah lingkarnya dibagi untuk lauk hewani, protein, dan karbohidrat. 

Artinya, konsumsi sayuran untuk penderita diabetes lebih banyak jika dibandingkan bahan makan lain.

Dia menambahkan, gizi terdapat pada sayuran tipe AB. Sayur tipe A adalah sayur yang memiliki sedikit kalori atau zero kalori.

Sayuran yang masuk jenis ini adalah bayam, sawi hijau, sawi putih, dan kangkung. Namun perlu diingat jika konsumsi sayuran untuk penderita diabetes sebaiknya direbus bukan dimasak dengan santan.

Sedangkan sayuran tipe B adalah sayuran yang mengandung kalori, seperti daun pepaya, sayur nangka, daun singkong, dan daun melinjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×