Jika Paru-paru Kotor, Bersihkan dengan 8 Cara Alami Ini

Sabtu, 14 Mei 2022 | 06:00 WIB Sumber: Kompas.com
Jika Paru-paru Kotor, Bersihkan dengan 8 Cara Alami Ini


Mengutip Healthline, untuk membersihkan paru-paru dari tumpukan kotoran yang lebih tebal, kita perlu menghindari polusi udara. Polusi udara itu termasuk asap rokok, debu, jamur, dan bahan kimia yang mendorong fungsi paru-paru terganggu.

Studi hewan telah menemukan bahwa paparan udara yang disaring menurunkan produksi lendir di paru-paru. Lendir dapat menghalangi saluran udara yang lebih kecil dan mempersulit untuk mendapatkan oksigen.

Sehingga sebelum menghabiskan waktu di luar, kita bisa menggunakan masker dan mungkin memeriksa laporan kualitas udara. Jika kualitas udara sangat buruk, misalnya efek kebakaran hutan yang meluas, disarankan jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di luar.

4. Minum air hangat

Mengutip Healthline, tetap terhidrasi penting untuk kesehatan paru-paru, menurut American Lung Association. Dengan minum kita dapat mengontrol lendir di paru-paru tetap tipis, yang membuatnya lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Minum minuman hangat, seperti teh, kaldu, atau bahkan hanya air panas, dapat menyebabkan pengenceran lendir.

Baca Juga: 5 Penyakit Ini Ditandai Batuk Berdahak, Kenali Sejak Dini!

Minuman hangat dapat lebih mudah untuk membersihkan lendir dari saluran udara kita. Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk orang dewasa minum air putih sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter.

5. Minum teh hijau

Mengutip Healthline, penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mencegah beberapa jenis penyakit paru-paru. Dalam sebuah studi pada 2018, peserta yang mengonsumsi teh hijau 2 kali atau lebih per hari lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan PPOK.

6. Terapi uap

Mengutip Healthline, terapi uap yaitu menghirup uap air untuk mengencerkan lendir dan mengurangi peradangan di saluran udara. Sebuah studi pada 2018 menunjukkan bahwa sekelompok kecil pasien PPOK yang melakukan terapi uap secara signifikan pernapasan mereka meningkat.

Segera menghilangkan gejala PPOK, tetapi kelompok pasien ini tidak melihat perubahan apa pun dalam kesehatan paru-paru mereka secara keseluruhan setelah menghentikan terapi uap.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Pir: Meningkatkan Kesehatan Usus dan Jantung

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru