kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jangan Tunggu Demam, Berikut 2 Gejala Awal Varian Omicron yang Mudah Menular


Rabu, 09 Februari 2022 / 14:08 WIB
ILUSTRASI. Jangan menunggu mengalami demam, berikut ini dua gejala awal varian Omicron dan segera lakukan tes. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Kasus harian Covid-19 di Indonesia mendekati angka 40.000. Pendorongnya: Omicron. Jangan menunggu demam, berikut ini dua gejala awal varian mudah menular itu. 

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, kebanyakan pasien varian Omicron yang menjalani perawatan di tempatnya bertugas RS Persahabatan menunjukkan gejala batuk dan nyeri tenggorokan.

Gejala awal varian Omicron berbeda dengan varian Alpha, Beta, dan Delta. Setelah terjangkit ketiga varian tersebut, mulanya pasien akan mengalami demam. Hal itu tidak pasien Omicron rasakan.

"Berbeda dengan Alpha, Beta, Delta, biasanya entry point-nya 90 persen demam. Di rumahsakit kami, demam hanya 18 sampai 20 persen untuk pasien Omicron," kata Erlina. 

"Kemudian, juga tidak ada sesak, tidak ada yang butuh oksigen. Artinya, tidak ada krusakan pada paru-paru," ungkap dia, seperti dikutip Kompas.com.

Baca Juga: Simak, Ini 5 Mitos dan Fakta Seputar Varian Omicron yang Sangat Menular

14 ​Gejala varian Omicron

Erlina menjelaskan, hal itu lantaran terjadi relokasi tempat perkembangbiakan virus SARS-Cov-2 yang telah bermutasi pada varian Omicron di saluran napas atas. 

"Jadi, enggak sampai ke bawah. Kalau sampai, sedikit saja (kasusnya), enggak sampai 20 persen. Itu mengapa gejalanya hanya ringan-ringan saja. Gejala yang khas batuk, nyeri tenggorokan, atau tenggorokan gatal," ujarnya. 

Sehingga, Erlina berpesan, jika masyarakat merasakan gatal dan nyeri tenggorokan juga batuk, segera memeriksakan diri. 

"Itu kondisi saat ini yang kita curigai sebagai Omicron. Enggak sampai demam, jadi jangan menunggu demam. Apalagi, kalau ada riwayat (kontak) dengan (pasien) Omicron, segera periksakan diri," imbuh dia.

Baca Juga: 7 Tempat Ini Berpotensi Jadi Pusat Penularan Varian Omicron




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×