7 Tempat Ini Berpotensi Jadi Pusat Penularan Varian Omicron

Selasa, 01 Februari 2022 | 13:57 WIB Sumber: Kompas.com
7 Tempat Ini Berpotensi Jadi Pusat Penularan Varian Omicron

ILUSTRASI. Beberapa tempat berpotensi menjadi pusat penularan varian Omicron.


KONTAN.CO.ID - Omicron lebih cepat menular dibanding varian Covid-19 sebelumnya termasuk Delta. Berikut ini beberapa tempat yang berpotensi menjadi pusat penularan varian Omicron. 

Apalagi, jika Anda abai terhadap protokol kesehatan, tentu semakin meningkatkan risiko penularan varian Omicron. 

Para ahli sepakat, sejumlah tempat yang biasa masyarakat kunjungi dan tanpa mereka sadari bisa menjadi pusat penularan varian Omicron. 

Berikut tempat yang berpotensi menjadi pusat penularan varian Omicron, dikutip dari Eat This:

1. Berada di ruangan berventilasi buruk 

Pakar penyakit menular Dr Serhat menyarankan masyarakat menghindari berada dalam ruangan terbatas, di mana orang-orang berada dalam jarak dekat satu sama lain, seperti pesta atau pertemuan keluarga. 

"Terutama ruangan yang ventilasinya tidak memadai, di mana orang tidak memakai masker atau menjaga jarak sosial, bisa menjadi tempat berkembang biaknya Omicron," kata Serhat

Bahkan, meski orang yang divaksinasi berada di tempat dengan ventilasi yang buruk pun masih berisiko tertular varian Omicron, kendati bergejala ringan, seperti pilek, batuk, sakit kepala, dan demam.  

Baca Juga: Tanpa Demam, Ini 2 Gejala Awal Varian Omicron yang Gampang Menular

2. Pusat perbelanjaan 

Pusat penularan varian Omicron selanjutnya adalah pusat perbelanjaan atau mal yang diketahui bisa diakses siapa pun untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

Tempat ini sering kali dikerumuni oleh masyarakat, terlebih saat ada promosi suatu produk. Maka tidak heran, jika pusat perbelanjaan meningkatkan risiko penularan Covid-19 pada orang yang tidak disiplin protokol kesehatan. 

3. Berolahraga di tempat gym 

Berolahraga di tempat gym yang tertutup merupakan salah satu pusat penularan Covid-19. 

Pasalnya, olahraga menyebabkan seseorang bernapas lebih keras dan bisa mengeluarkan banyak udara yang mungkin sudah terpapar virus dan menularkannya kepada orang lain. 

"Jika tempat gym kurang berventilasi, embusan napas akan bertahan di udara. Ini meningkatkan kemungkinannya (penularan virus Omicron) dihirup oleh orang lain di gym," ungkap Bradley Katz, profesor di University of Utah Medical Center.

Baca Juga: Terjadi Akhir Februari, Menkes: Puncak Gelombang Omicron Bisa 3 Kali Lipat dari Delta

4. Transportasi umum 

Menurut Dr Kristina Hendija dari School of Medicine University of Zagreb, virus corona sangat cepat menyebar melalui udara. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan, virus tetap berada di udara selama 15 menit dan masih dapat terhirup oleh penumpang yang berada di transportasi umum. 

5. Rumahsakit 

"Kecuali Anda memiliki keadaan darurat medis, hindari pergi ke rumahsakit," kata Hendija yang menambahkan, di rumahsakit banyak pasien Covid-19 bergejala sedang hingga berat. 

Selain itu, Anda lebih mungkin bertemu dengan orang yang terinfeksi virus corona. Artinya, potensi penularan semakin tinggi. 

Baca Juga: Tingkat Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Meningkat, Ini Pendorongnya

6. Penularan di dalam pesawat 

Berada di pesawat meningkatkan risiko penularan varian Omicron dua hingga tiga kali lipat. Walaupun sistem penyaringan udara di pesawat sangat efisien, penumpang lain berpotensi menjadi agen pembawa virus. 

7. Berada di kerumunan dengan orang banyak 

Berada di tengah kerumunan banyak orang, seperti pesta, konser, atau makan di restoran, membuat banyak orang kerap menurunkan kewaspadaan terkait prokes. 

"Restoran dalam ruangan memicu risiko karena berada di dalam ruangan, menyentuh benda yang terkontaminasi, makan bersama tanpa memakai masker. Tertawa, batuk dapat menyebarkan droplet yang terkontaminasi ke udara," sebut Farr Institute.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketahui 7 Tempat Paling Berisiko Menjadi Pusat Penularan Omicron"

Penulis: Zintan Prihatini
Editor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru