kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tanpa Demam, Ini 2 Gejala Awal Varian Omicron yang Gampang Menular


Minggu, 30 Januari 2022 / 12:30 WIB
Tanpa Demam, Ini 2 Gejala Awal Varian Omicron yang Gampang Menular
ILUSTRASI. Kenali gejala awal varian Omicron yang sangat menular. Apalagi, berbeda dengan gejala awal varian Delta yang lebih mematikan. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Kasus Omicron di Indonesia terus mendaki. Kenali gejala awal varian yang gampang menular itu. Apalagi, berbeda dengan gejala awal varian Delta yang lebih mematikan.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, kebanyakan pasien varian Omicron yang dirawat di tempat ia bertugas, RS Persahabatan, menunjukkan gejala batuk dan nyeri tenggorokan.

Gejala awal varian Omicron berbeda dengan varian Alpha, Beta, dan Delta. Setelah terpapar ketiga varian itu, mulanya pasien akan mengalami demam. Hal itu tidak dirasakan oleh pasien Omicron.

"Berbeda dengan Alpha, Beta, Delta, biasanya entry point-nya 90 persen demam. Di rumahsakit kami, demam hanya 18 sampai 20 persen untuk pasien Omicron," kata Erlina. 

Baca Juga: Peringatan Pemerintah: Siap-Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 dalam Waktu Singkat

"Kemudian, juga tidak ada sesak, tidak ada yang butuh oksigen. Artinya, tidak ada krusakan pada paru-paru," ungkap dia. 

Erlina menjelaskan, hal itu terjadi lantaran terjadi relokasi tempat perkembangbiakan virus SARS-Cov-2 yang telah bermutasi pada varian Omicron di saluran napas atas. 

"Jadi, enggak sampai ke bawah. Kalau sampai, sedikit saja (kasusnya), enggak sampai 20 persen. Itu mengapa gejalanya hanya ringan-ringan saja. Gejala yang khas batuk, nyeri tenggorokan, atau tenggorokan gatal," ujarnya. 

Sehingga, Erlina berpesan, jika masyarakat merasakan gatal dan nyeri tenggorokan juga batuk, segera memeriksakan diri. 

Gejala sedang hingga berat 

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan WGS di Jakarta: 90% adalah Varian Omicron


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×