Ini tips dari WHO untuk menghadapi mutasi virus varian delta yang lebih menular

Senin, 21 Juni 2021 | 10:00 WIB Sumber: Kompas.com
Ini tips dari WHO untuk menghadapi mutasi virus varian delta yang lebih menular

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia semakin merajalela. Beberapa mutasi virus corona dilaporkan lebih mudah menular. 

Dari sekian banyak varian baru hasil mutasi virus SARS-CoV-2, varian Delta disebut paling mudah menular. Varian Delta atau dikenal juga dengan virus corona B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. 

Dilansir dari NDTV, para ilmuan dari India menyebut varian Delta lebih menular daripada varian Alpha atau varian pertama virus corona. Itu mengapa para ilmuan yakin varian Delta menjadi varian dominan secara global. 

Saat ini, varian Delta dilaporkan telah merebak di sekitar 62 negara di dunia, termasuk Indonesia. Ketika mendengar kabar adanya varian baru virus corona yang dianggap lebih mudah atau lebih cepat menular, beberapa dari Anda mungkin merasa khawatir. 

Baca Juga: Ini bahaya varian delta: Cepat menyebar, banyak serang orang usia muda

Hal itu lumrah, tapi sebaiknya Anda tidak perlu menjadi terlalu panik atau paranoid karena nanti malah jadi sakit. 

Apa yang harus dilakukan menyikapi varian Covid-19 baru yang tampaknya lebih mudah menular? 

Dalam laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijelaskan bahwa beberapa varian Covid-19 tampaknya memang lebih mudah menyebar dari orang ke orang. Tapi untungnya, menurut WHO, kita dapat tetap menerapkan tindakan-tindakan pencegahan yang sama untuk semua varian Covid-19. 

Baca Juga: Ini lima hal tentang Varian Delta yang mendominasi infeksi virus corona

Cara mengendalikan penyebaran Covid-19 dan varian-varian barunya yang direkomendasikan oleh WHO adalah dengan terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Empat hal ini harus dilakukan sekarang:   

- Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun 

- Jaga jarak setidaknya 1 meter (m) dengan orang lain 

- Kenakan masker 

- Batasi waktu berada di atau hindari ruangan tertutup dan ramai 

Dengan menerapkan protokol kesehatan, kesempatan virus masuk ke tubuh manusia akan semakin kecil. 

Kian lengkap paket protokol kesehatanya, maka kian kecil peluang virus bisa masuk ke dalam tubuh. 

WHO mengingatkan bahwa orang yang berisiko rendah bukan berarti mereka tidak berisiko. 

Di mana, orang-orang yang masih muda dan sehat masih bisa terinfeksi Covid-19 atau varian-varian barunya. 

Mereka pun tetap berpotensi dapat menularkan virus ke orang-orang lain yang lebih rentan, sepeti kelompok lanjut usia (lansia). Jadi, siapa saja harus selalu mematuhi protokol kesehatan dengan benar. 

Baca Juga: Inilah update terbaru 31 tempat isolasi mandiri pasien corona di Jakarta

Saat harus bepergian, hindari kontak erat dengan orang yang menunjukkan gejala mirip sakit flu. Selain itu, jangan pernah menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan. 

Jangan pernah juga menggunakan gelas, piring, atau barang-barang miliki pribadi secara bergantian dengan orang lain. 

Jika diperlukan, siapa saja disarankan untuk bisa rajin membersihkan dan melakukan disinfeksi semua permukaan benda yang sering disentuh. 

Ingatlah selalu bahwa penularan virus corona adalah melalui kontak erat dengan orang yang terinfeksi atau saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. 

Penularan juga bisa terjadi jika kita menyentuh benda-benda atau permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan"
Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

 

Selanjutnya: Waspada, varian delta virus corona lebih berbahaya, banyak menyerang anak muda

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru