kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Ini 10 makanan yang pantang dikonsumsi penderita gagal ginjal


Rabu, 09 Juni 2021 / 09:21 WIB
ILUSTRASI. Tomat adalah buah potasium tinggi lainnya yang mungkin tidak sesuai untuk penderita gagal ginjal.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Alpukat sering disebut-sebut karena kaya akan nutrisi, seperti lemak, serat, dan antioksidan yang menyehatkan jantung. Sementara alpukat biasanya merupakan tambahan yang sehat untuk diet, individu dengan penyakit ginjal mungkin perlu menghindarinya. 

Hal ini disebabkan, alpukat merupakan sumber potasium yang sangat tinggi. Satu cangkir (150 gram) dari alpukat menyediakan 727 mg kekalahan kalium. Jumlah tersebut dua kali lipat jumlah potasium daripada yang disediakan pisang ukuran sedang. 

Oleh karena itu, olahan alpukat, termasuk guacamole, harus dihindari pada penderita gagal ginjal. 

Baca Juga: Tak perlu pakai obat, ini 7 herbal untuk turunkan asam urat

3. Makanan kaleng 

Makanan kaleng, seperti sup, sayuran, dan kacang-kacangan, sering dibeli karena harganya yang murah. 

Namun, sebuah studi berjudul “Sodium and phosphorus-based food additives: persistent but surmountable hurdles in the management of nutrition in chronic kidney disease” mengungkapkan, sebagian besar makanan kaleng mengandung natrium dalam jumlah tinggi karena garam ditambahkan sebagai pengawet untuk meningkatkan umur simpannya. 

Karena jumlah natrium yang ditemukan dalam makanan kaleng, orang dengan penyakit gagal ginjal sering direkomendasikan untuk menghindari atau membatasi konsumsinya. 

Baca Juga: Jangan anggap enteng, ini 15 gejala penyakit ginjal yang perlu diwaspadai




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×